Mekkah, jurnal9.tv — Satuan Tugas (Satgas) ARMUZNA mulai melakukan peninjauan awal ke wilayah Arafah guna memastikan kesiapan layanan bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
Peninjauan dipimpin Kepala Satops ARMUZNA, Surnadi, bersama tim Satgas Arafah. Mereka mengecek sejumlah titik penting, mulai dari posisi markaz, rute murur, hingga sistem evakuasi di 10 sektor adhoc yang akan menjadi lokasi pelayanan jemaah.
Surnadi menegaskan, peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh skema pergerakan dan layanan jemaah berjalan sesuai rencana.
“Fokus kami memastikan posisi markaz, rute murur, dan sistem evakuasi di seluruh sektor. Tidak boleh ada yang terlewat,” ujarnya di lokasi.
Dari hasil peninjauan, Satgas menemukan beberapa titik yang masih perlu dikoordinasikan dengan pihak syarikah, termasuk penyesuaian posisi markaz agar lebih optimal dalam melayani jemaah.
Selain itu, kesiapan petugas murur dan jalur bus taradudi juga menjadi perhatian utama, terutama untuk mendukung pergerakan jemaah pada 9 Dzulhijjah saat puncak pelaksanaan wukuf.
Sebanyak 586 petugas Satgas Arafah dijadwalkan mulai menempati pos pada 7 Dzulhijjah. Mereka akan disebar di 10 sektor adhoc untuk memberikan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.
“Ini bukan sekadar peninjauan, tetapi bagian dari upaya memastikan jemaah dapat menempati tenda dan melaksanakan wukuf dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” tambah Surnadi.
Peninjauan ini menjadi bagian dari tahap perencanaan dan persiapan Satgas ARMUZNA. Ke depan, rangkaian persiapan akan dilanjutkan dengan sosialisasi ke sektor-sektor di Mekkah, gelar pasukan, serta rapat koordinasi akhir menjelang puncak ibadah haji.
M. Hariri, Media Center Haji 2026, Daker Bandara




