Madinah, jurnal9.tv – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memastikan kualitas dan kecukupan gizi konsumsi bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar meal test atau uji kelayakan makanan secara rutin setiap hari.
Kabid Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, mengatakan pemeriksaan dilakukan tiga kali sehari, mencakup makan pagi, siang, dan malam. Uji kelayakan ini bertujuan menjaga standar kualitas makanan yang diterima jemaah.
“Meal test dilakukan secara konsisten setiap hari untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar, baik dari segi rasa maupun porsi,” ujar Indri.
Dalam proses tersebut, PPIH melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari cita rasa hingga kesesuaian gramasi berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan. Tahun ini, terdapat peningkatan porsi pada beberapa komponen gizi guna mendukung stamina jemaah selama menjalankan ibadah.
Adapun standar porsi per sajian meliputi karbohidrat 170 gram, protein 80 gram, serta sayur 70 gram. Selain itu, setiap jemaah juga mendapatkan buah segar dan air mineral sebanyak 600 mililiter.
PPIH juga memberikan perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia). Menu dengan tekstur lebih lunak disediakan untuk memudahkan konsumsi, sesuai kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing ketua kloter.
Selain memastikan kualitas makanan, PPIH mengingatkan jemaah untuk memperhatikan waktu konsumsi. Mengingat suhu udara di Arab Saudi yang tinggi, makanan memiliki batas waktu aman untuk dikonsumsi.
Jemaah diimbau segera menyantap makanan setelah diterima. Batas waktu konsumsi yang dianjurkan adalah pukul 09.00 waktu setempat untuk sarapan, pukul 15.00 untuk makan siang, dan pukul 21.00 untuk makan malam.
“Perhatikan stiker batas waktu pada kemasan makanan. Jangan menunda konsumsi agar terhindar dari risiko kesehatan,” tegas Indri.
Dengan pengawasan ketat ini, PPIH berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan kondisi fisik yang prima dan terjaga kesehatannya.




