Surabaya, jurnal9.tv – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) mengungkapkan rencana untuk menutup program studi (prodi) di perguruan tinggi yang tidak relevan dengan kebutuhan kehidupan dunia di masa depan.
Hal ini dikatakan oleh Sekjen Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026, pada (23/4/2026) lalu. Yang dikutip dari siaran di Kanal YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
“Nanti mungkin ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup, untuk bisa meningkatkan relevansi ini,” ujar Badri
Saat ini data statistik pendidikan tinggi, prodi bidang ilmu sosial mencakup 60 persen. Lebih rinci, prodi yang paling banyak adalah kependidikan atau keguruan.
“Kita meluluskan tiap tahun 490.000 dari kependidikan. Sedangkan pada waktu yang sama, lowongan untuk calon guru dan fasilitator di taman kanak-kanak hanya 20.000. Jadi yang 470.000 tidak punya pekerjaan,” tutur Badri.
Menanggapi hal ini Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. saat ditemui pada acara wisuda sarjana mengatakan bahwa wacana penghapusan Prodi masih dalam kajian.
“Jadi memang ada jurusan yang link dengan industri dan tidak link dengan industri tapi semuanya persoalan terkait bangsa dan negara itu harus diperhatikan betul dampaknya. Jadi terkait ini masih kita diskusikan dan perlu Ada kajian lagi karena itu kan baru wacana. Dan di Unesa itu memang ada jabatan direktur yang khusus menangani buka tutup Prodi atau jurusan” Ujar Cak Hasan sapaan akrabnya. ( Sujianto)




