Sidoarjo, Jurnal9.tv – Madrasah Ibtidaiyah (MI) bersama Madrasah Aliyah (MA) Nurul Huda Sedati bekerja sama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafi Al-Fitrah, Gunung Anyar, Surabaya, menggelar ujian praktik eksternal bagi siswa-siswi kelas akhir. Sabtu (2/5/2026). Ada Sebanyak 63 Siswa MI dan 83 siswa MA.
Langkah ini diambil sebagai salah satu syarat mutlak kelulusan sekaligus tolak ukur kemampuan religius siswa sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Kepala MI Nurul Huda,Achmad Zubaidi, S.P.M.Pd.menjelaskan bahwa pelibatan penguji eksternal dari Ponpes Al-Fitrah bertujuan untuk memberikan penilaian yang objektif dan menjaga kualitas standar kompetensi lulusan madrasah.
”Ujian praktik ini adalah sarana untuk menguji sejauh mana anak-anak menguasai amalan yang telah dipelajari setiap hari. Kami menggandeng Ponpes Al-Fitrah karena kami percaya pada kualitas pendidikan dan program mereka yang sangat bagus di bidang keagamaan,” ujarnya.
Materi yang diujikan dalam praktik ini untuk siswa MI meliputi berbagai aspek ibadah harian yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan Islam, antara lain Praktik Salat Fardhu,Sholat Dhuha,Tata Cara Wudhu dan Hafalan Asmaul Husna. Sedangkan untuk siswa MA meliput diantaranya Praktik Wudhu,doa Setelah wudhu, Sholat Fardhu, Wirid, Praktik Sholat Dhuha, Do’a dan Praktik membaca tahlil.
Tujuan utama dari ujian ini bukan sekadar mengejar nilai, melainkan untuk memastikan bahwa setiap lulusan MI Nurul Huda memiliki kemantapan dalam beribadah.
”Harapan kami, setelah melalui ujian dari Al-Fitrah ini, ibadah anak-anak seperti salat, wudu, dan tahlil menjadi semakin baik. Kami ingin mereka siap menjadi pemimpin di wilayah atau lingkungan mereka masing-masing di masa depan,” tambah.
Siswa Kelas 6 MI Nurul Huda, Caisar mengungkapkan sempat merasa sedikit tegang,Meski materi tersebut merupakan bagian dari rutinitas ibadah sehari-hari. Meski demikian, ia mampu melaluinya dengan lancar tanpa kendala yang berarti.
”Ada sedikit rasa tegang karena pengujinya (ustadz) berasal dari luar sekolah, bukan guru yang biasa mengajar di dalam kelas,” ujar Caisar dengan jujur.
Caisar juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbingnya selama ini. Ia merasa ujian praktik ini sangat bermanfaat untuk memperkuat pemahaman dan tata cara ibadah yang benar.
”Terima kasih untuk bapak dan ibu guru yang telah memberikan ujian ini kepada kami, sehingga bisa memperkuat kualitas shalat dan ibadah kami ke depannya,” tutupnya.
Ketua Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah,Dr.Fathur Rozi, M.H,I, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah perdana yang dilakukan bersama pihak lembaga pendidikan Nurul Huda.
”Tujuannya adalah agar anak-anak termotivasi dan lebih bersemangat lagi dalam menjalankan amaliah keagamaan mereka sehari-hari,” ujar Fathur Rozi.
Dalam pelaksanaan penilaian tersebut, pihak Ponpes Al Fithrah menerjunkan sebanyak delapan penguji ahli. Tim penguji dibagi secara proporsional untuk memastikan proses penilaian berjalan efektif di setiap jenjang.
”Ada delapan penguji yang kami terjunkan. Terdiri dari empat penguji putra dan empat penguji putri, yang masing-masing dibagi untuk jenjang MI dan MA,” tambahnya.
Melalui penilaian eksternal ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya mengejar nilai akhir yang positif atau tuntas secara administratif, tetapi juga benar-benar mampu mengaplikasikan ilmu agama yang telah dipelajari dengan benar dan istikamah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan guna memastikan lulusan MI dan MA Nurul Huda memiliki bekal spiritual dan praktik ibadah yang kuat sebelum terjun ke masyarakat.(RK)


