Madinah, jurnal9.tv — Cuaca di Madinah kian menunjukkan peningkatan suhu yang signifikan. Setelah berada di kisaran 36 derajat Celsius pada akhir April, suhu udara kini mencapai sekitar 40 derajat Celsius pada awal Mei.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, mengimbau jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke.

Menurutnya, heat stroke terjadi ketika suhu tubuh seseorang mencapai 40 derajat Celsius atau lebih akibat paparan panas berlebih, terutama karena aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain pusing, mual, muntah, hingga kejang. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, jemaah diminta segera mencari tempat teduh serta menurunkan suhu tubuh, misalnya dengan menyemprotkan air ke wajah.

Enny juga membagikan sejumlah langkah pencegahan agar jemaah terhindar dari heat stroke. Di antaranya adalah mencukupi asupan cairan sekitar 200 mililiter per jam untuk mencegah dehidrasi, serta dapat ditambah dengan larutan oralit.

Selain itu, jemaah disarankan rutin menyemprotkan air ke bagian tubuh yang terbuka, mengenakan pakaian longgar agar sirkulasi udara lancar, serta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat siang hari.

Untuk menghindari paparan panas berlebih, jemaah juga dianjurkan melaksanakan salat Dzuhur dan Ashar di dalam hotel. Sementara bagi jemaah yang telah berada di Makkah, pelaksanaan umrah wajib disarankan dilakukan pada malam hari saat suhu lebih bersahabat.

Dengan meningkatnya suhu di Tanah Suci, jemaah diharapkan dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan optimal.

M. Hariri, Media Center Haji 2026, Daker Bandara