Lamongan, jurnal9.tv – Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Lamongan kembali menggelar Festival dan Kejuaraan Olahraga Tradisional 2026. Ajang ini menjadi upaya pemkab untuk melestarikan permainan rakyat sekaligus menjaring bibit atlet muda sejak dini.

​Acara yang berlangsung mulai 27 April hingga 7 Mei 2026 ini diikuti oleh ratusan pelajar tingkat SD sederajat se-Kabupaten Lamongan. Menariknya, selain cabang olahraga modern seperti Futsal dan Bulu Tangkis, olahraga tradisional seperti Gobak Sodor justru menjadi primadona yang paling menyedot perhatian.

​”Festival ini wadah bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai olahraga tradisional. Antusiasme siswa sangat luar biasa,” ujar Kepala Disbudporapar Lamongan, Siti Rubikah, saat meninjau lomba.

​Tercatat ada 18 tim putra dan 16 tim putri tingkat SD yang beradu ketangkasan di cabang Gobak Sodor. Rubikah menegaskan, para pemenang dari ajang ini tidak hanya mendapat medali, tapi juga akan diproyeksikan untuk mewakili Lamongan di tingkat provinsi.

​”Juara di sini akan kami siapkan untuk kompetisi di Surabaya. Pembinaan rutin akan terus dilakukan agar lahir atlet potensial yang membawa nama baik Lamongan hingga tingkat nasional,” imbuhnya.

​Salah satu peserta, Rani, mengaku sangat menikmati jalannya lomba. Menurutnya, olahraga tradisional seperti Gobak Sodor butuh strategi khusus, bukan sekadar adu fisik.
​”Seru dan menantang. Paling sulit itu saat harus menembus pertahanan lawan yang dijaga ketat,” cetusnya.

​Melalui gelaran ini, Pemkab Lamongan berharap identitas budaya daerah tetap terjaga di tengah arus modernisasi, sembari mencetak generasi yang sehat dan berprestasi.