Sidoarjo, Jurnal9.tv – Masalah klasik sampah liar kembali menghantui wilayah Kabupaten Sidoarjo. Tepat di jalur poros Desa Gedangrowo, Dusun Gedang Pulut, Kecamatan Prambon, tumpukan limbah rumah tangga terlihat mengular dan menggunung di sepanjang bahu jalan, menanti langkah konkret dari pemerintah daerah.
Kondisi yang memprihatinkan ini berlokasi di sisi utara pabrik PT Pakerin. Area yang jauh dari pantauan warga pemukiman ini ditengarai menjadi “lahan empuk” bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah secara ilegal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan sampah didominasi oleh limbah plastik dan popok bayi sekali pakai. Selain merusak estetika jalur utama desa, keberadaan sampah ini menimbulkan bau busuk yang menyengat, terutama saat cuaca panas atau setelah diguyur hujan.
Jainul (52), seorang pedagang yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi, mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini. Menurutnya, praktik pembuangan sampah ilegal ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun tanpa ada upaya pembersihan total dari dinas terkait.
”Yang buang ini kebanyakan orang lewat, bukan warga sini. Biasanya sambil berangkat kerja, mereka lempar bungkusan plastik begitu saja. Paling parah itu popok, dibakar pun sulit, baunya luar biasa mengganggu,” keluh Jainul, Kamis (30/04/2026).
Sementara itu,Kepala Desa Gedangrowo, Slamet, mengakui bahwa pihaknya merasa kewalahan menangani perilaku oknum pembuang sampah tersebut. Pemerintah desa (Pemdes) sebenarnya telah memasang rambu larangan, namun para pelaku justru berpindah ke titik yang lebih sepi.
”Dulu titiknya dekat jembatan, setelah kami jaga dan pasang plang, mereka pindah ke sini (dekat pabrik) karena lokasinya lebih ‘tuang’ atau sepi dan jauh dari pengawasan,” terang Slamet.
Ia menambahkan, salah satu kendala utama di wilayahnya adalah minimnya fasilitas pengelolaan sampah yang mandiri. Hingga saat ini, Desa Gedangrowo masih belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang memadai.
Pihak Pemdes Gedangrowo menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Prambon untuk mencari solusi jangka panjang. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada alat berat atau armada pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang turun ke lokasi untuk melakukan normalisasi jalan.
Warga berharap, persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya, jika dibiarkan lebih lama, tumpukan sampah tersebut dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.(RK).


