Lamongan, jurnal9.tv – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Lamongan resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Rabu (29/4/2026). Agenda rutin lima tahunan ini menjadi momentum krusial untuk menentukan arah kepemimpinan partai berlambang Ka’bah tersebut.
Pantauan di lokasi, suasana Muscab berlangsung dinamis.
Fokus utama pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pembentukan tim formatur yang bertugas menyusun struktur kepengurusan baru untuk periode mendatang.
Berbeda dengan pemilihan langsung, PPP menggunakan mekanisme formatur untuk menentukan ketua. Tim ini merupakan gabungan dari berbagai unsur, antara lain Pimpinan Anak Cabang (PAC), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Ketua DPW PPP Jawa Timur, Arif Winarko, menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara transparan dan demokratis. Ia menjamin tidak ada intervensi dari pihak wilayah maupun pusat dalam menentukan siapa yang akan memimpin PPP Lamongan ke depan.
”Mekanisme yang digunakan tetap mengedepankan prinsip bottom-up. Aspirasi sepenuhnya digali dari tingkat bawah,” ujar Arif Winarko saat memberikan keterangan di lokasi Muscab.
Selain mencari sosok tangguh di internal kader, PPP Lamongan juga membuka diri terhadap elemen masyarakat lain. Arif menyebut pihaknya mendorong keterlibatan aktif dari kalangan Pondok Pesantren, Mengingat basis massa religius yang kuat di Lamongan serta Organisasi Mahasiswa Untuk menyuntikkan energi muda dan inovasi dalam partai.
Keberagaman latar belakang ini diharapkan menjadi mesin penggerak baru untuk memperluas basis dukungan di tengah masyarakat Lamongan.
Dengan terlaksananya Muscab ini, DPC PPP Lamongan optimistis dapat melahirkan kepemimpinan yang inklusif. Targetnya jelas: membawa perubahan besar dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Lamongan.




