Maumere, jurnal9.tv — Aksi berani dilakukan General Manager Pelindo Maumere, Angga Adi Prebawa, saat gempa bumi berkekuatan 7,7 SR mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), 21 Agustus 2026. Angga nekat terjun ke laut untuk menyelamatkan sejumlah penumpang yang jatuh dari tangga kapal di Pelabuhan Maumere.
Peristiwa itu terjadi ketika Angga berada di area pelabuhan untuk melakukan silent inspection. Saat gempa tiba-tiba mengguncang, situasi di terminal berubah dalam hitungan detik.
Sejumlah puing berjatuhan. Tangga kapal yang digunakan calon penumpang untuk naik ke kapal ikut terdampak hingga terlepas dan jatuh ke laut.
Beberapa penumpang yang berada di atas tangga tersebut turut tercebur ke laut. Melihat kejadian itu, Angga langsung bergerak melakukan evakuasi bersama personel TNI AL yang berada di lokasi.
Tanpa banyak berpikir, Angga turun ke laut dan berenang menuju penumpang yang membutuhkan pertolongan.
“Saat melihat ada penumpang yang jatuh ke laut, yang terpikir saat itu hanya bagaimana mereka bisa segera diselamatkan. Tidak ada waktu untuk berpikir panjang,” kata Angga.
Aksi penyelamatan tersebut dilakukan secara spontan bersama personel TNI AL. Mereka bahu-membahu mengevakuasi penumpang di tengah situasi darurat akibat gempa.
Menurut Angga, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama. Ia menyebut tindakan tersebut bukan sebagai aksi heroik, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai pimpinan di lingkungan pelabuhan.
“Saya kira ini bukan soal heroik. Kami semua yang berada di pelabuhan punya tanggung jawab untuk memastikan keselamatan penumpang. Ketika ada yang membutuhkan pertolongan, ya kami harus membantu semaksimal mungkin,” ujarnya.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata penerapan prinsip safety first di lingkungan Pelindo. Keselamatan pengguna jasa tidak hanya menjadi bagian dari standar pelayanan, tetapi juga harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan dan tindakan cepat ketika kondisi darurat terjadi.
Pelindo menegaskan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kepelabuhanan. Setiap insan Pelindo dituntut memiliki kepekaan, keberanian mengambil keputusan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam.




