Surabaya, jurnal9.tv – Mahasiswa Ekonomi Syariah Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali mengharumkan kampus di kancah internasional. Dimana dari dua ajang bergengsi di Universitas Diponegoro Semarang, ICONIS Competition dan IZZATI Competition, mereka berhasil memborong 5 gelar juara sekaligus.

Lima penghargaan yang dibawa pulang meliputi Juara 1 Karya Tulis Ilmiah ICONIS Competition, Juara 3 Business Plan ICONIS Competition, Juara 3 Karya Tulis Ilmiah IZZATI Competition, Juara 1 Poster ICONIS Competition, serta Juara 3 Poster ICONIS Competition.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ekonomi Syariah UTM tidak hanya kuat di teori, tapi juga mampu mengubah gagasan menjadi riset, riset menjadi solusi, dan kreativitas menjadi prestasi yang diakui.

Sorotan utama datang dari Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah ICONIS Competition. Di balik kemenangan itu ada proses panjang: riset, diskusi, revisi karya, hingga mempertahankan argumen di hadapan juri.

“Menjadi juara pertama bukan sekadar menang. Ini menunjukkan mahasiswa kita mampu membaca persoalan ekonomi dan sosial, menyusun argumentasi berbasis data, serta menawarkan gagasan solutif. Perspektif ekonomi syariah hari ini punya ruang luas untuk menjawab tantangan kontemporer,” ujar Dr. Abdur Rohman, S.Ag., MEI, Dekan Fakultas Keislaman UTM.

Kejutan lain hadir dari kategori Business Plan ICONIS Competition dengan raihan Juara 3. Mahasiswa dinilai berhasil merancang gagasan bisnis yang tidak berhenti di konsep, tapi dilengkapi analisis pasar, strategi pengembangan, dan keberlanjutan usaha.

“Di era industri halal dan ekonomi digital, mahasiswa ekonomi syariah dituntut tidak hanya jadi pencari kerja. Mereka harus jadi job creator yang melahirkan bisnis bernilai ekonomi sekaligus berlandaskan prinsip syariah,” tegas Dr. Abdur Rohman.

Dominasi UTM juga terlihat di IZZATI Competition dengan Juara 3 Karya Tulis Ilmiah. Artinya budaya riset dan tradisi akademik di Prodi Ekonomi Syariah terus bertumbuh.

Kreativitas mahasiswa juga mendapat apresiasi lewat Juara 1 dan Juara 3 Lomba Poster ICONIS Competition. Hal ini membuktikan gagasan ekonomi syariah bisa dikomunikasikan secara visual, menarik, dan mudah dipahami masyarakat luas.

Bagi Dr. Abdur Rohman, lima gelar juara ini adalah pesan penting: mahasiswa Ekonomi Syariah UTM menguasai 4 modal utama yaitu riset, kewirausahaan, kreativitas, dan komunikasi. Prestasi ini kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus membangun budaya akademik yang berorientasi pada prestasi, inovasi, riset, dan kewirausahaan.

“Mahasiswa harus diberi ruang untuk mengembangkan gagasan dan membuktikan kemampuannya di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian ini adalah representasi kapasitas generasi muda ekonomi syariah yang mampu mengintegrasikan keilmuan, teknologi, kewirausahaan, dan nilai-nilai Islam. Lima gelar dari Semarang ini menegaskan ekonomi syariah bukan hanya belajar teori, tapi tentang menciptakan gagasan dan membuktikan prestasi

“Di tengah ekonomi global yang kompleks, kita butuh generasi yang paham maqashid syariah, keuangan Islam, dan ekonomi halal, tapi juga mampu melahirkan inovasi,” pungkasnya.

Dari Madura menuju Semarang. Dari ruang kelas menuju panggung internasional. Dari gagasan menjadi prestasi. Ekonomi Syariah UTM terus melaju.