Surabaya, jurnal9.tv – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa bergerak cepat menangani dampak kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026). Pelindo mendirikan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, untuk melayani penumpang yang berhasil dievakuasi beserta keluarganya.

Kapal penumpang jenis Ro-Ro yang melayani rute Surabaya-Makassar itu dilaporkan terbakar sekitar pukul 06.00-07.00 WIB saat berlayar di perairan utara Madura. Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, KSOP, KPLP, Polairud, BPBD, serta sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi.

Sebagai operator pelabuhan, Pelindo menyiapkan berbagai fasilitas di Posko Terpadu untuk mendukung proses penerimaan, identifikasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pemulihan kondisi penumpang yang selamat.

Posko tersebut dibentuk melalui koordinasi dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Basarnas, BPBD, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS PHC Surabaya, kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Selain di Tanjung Perak, posko serupa juga disiapkan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, guna mempercepat penanganan korban dari dua titik pendaratan.

Dalam proses penanganan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut meninjau langsung Pelabuhan Kalianget sebelum melanjutkan pemantauan ke Posko Terpadu di Terminal GSN Pelabuhan Tanjung Perak.

Menhub menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mendukung pencarian, penyelamatan, evakuasi, hingga pelayanan kepada korban dan keluarga.

Berdasarkan data sementara tim SAR gabungan hingga Minggu (2/8) pukul 20.30 WIB, sebanyak 235 orang berhasil dievakuasi, terdiri atas 230 penumpang selamat dan 5 orang meninggal dunia. Sementara itu, proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus berlangsung.

Untuk memenuhi kebutuhan para korban, Pelindo menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, ruang istirahat lengkap dengan kasur dan bantal, makanan siap saji, minuman, toilet, mushala, hingga transportasi menuju terminal maupun stasiun bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan.

Selain itu, Pelindo juga menyiapkan logistik berupa 300 boks nasi, 150 boks makanan ringan, 20 dus air mineral, serta layanan kopi gratis di Posko Terpadu.

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar para korban mendapatkan pelayanan terbaik setelah proses evakuasi di laut.

“Pelindo telah menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara untuk mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang tiba di Surabaya. Kami berkoordinasi erat dengan KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, serta seluruh instansi terkait agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan humanis,” ujarnya.

Purwanto menegaskan seluruh layanan yang diberikan kepada korban tidak dipungut biaya.

“Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh penumpang. Jika kondisinya memungkinkan melanjutkan perjalanan, kami akan membantu proses keberangkatan. Namun jika ingin kembali ke daerah asal, kami juga menyiapkan transportasi menuju terminal maupun stasiun terdekat secara gratis,” katanya.

Ia menambahkan, sedikitnya empat kapal pembawa korban hasil evakuasi dijadwalkan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak pada rentang pukul 23.00 hingga 01.00 WIB. Salah satunya KM Meratus Pematang Siantar yang membawa 113 korban, terdiri atas 111 penumpang selamat dan 2 korban meninggal dunia.

Dari jumlah korban selamat tersebut, tujuh orang langsung dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Purwanto memastikan seluruh personel operasional telah disiagakan selama 24 jam guna mendukung proses debarkasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pengaturan arus penumpang.

“Prioritas kami adalah memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Ma’un mengatakan seluruh unsur terus berkoordinasi agar proses evakuasi dan pelayanan kepada korban berjalan aman dan tertib.

“Fokus utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal, sekaligus memastikan pelayanan kepada korban berjalan optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah seluruh proses penyelamatan selesai, pemerintah akan melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2.

Pelindo memastikan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara akan tetap beroperasi hingga seluruh proses penanganan korban dinyatakan selesai oleh otoritas terkait. (tok)