Sidoarjo, jurnal9.tv — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam pemberian program beasiswa pendidikan tinggi. Tahun ini, sebanyak 232 mahasiswa Unusida berhasil lolos dan menerima bantuan beasiswa senilai Rp 5 juta per orang untuk jangka waktu satu tahun.
Ungkapan ini dinyatakan Plt.Rektor Unusida Dr. Hadi Ismanto,saat menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027 yang digelar di Masjid Muhammad Hasyim Asy’ari Kampus II Unusida, Sidoarjo, Selasa (8/9/2026).
Plt.Rektor Unusida,Dr. Hadi Ismanto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas fasilitasi dan alokasi anggaran yang dikucurkan Pemkab Sidoarjo bagi para mahasiswa yang menempuh pendidikan perguruan tinggi di wilayah tersebut.
”Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo atas fasilitas ini. Tahun ini kami dapat 232 (penerima beasiswa), termasuk jumlah yang sangat besar,” ujar Hadi.
Besarnya kuota yang diraih mahasiswa Unsida tidak lepas dari keberhasilan mereka memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan yang ditetapkan pemerintah daerah. Skema Beasiswa Pemkab Sidoarjo disalurkan melalui tiga komponen utama, yakni jalur keagamaan/pengabdian masyarakat (seperti guru ngaji yang berkuliah), jalur prestasi, serta jalur sosial bagi keluarga kurang mampu.
”Kenapa kok besar? Karena kami mampu memenuhi persyaratan. Keunggulan di Unsida itu mahasiswa dalam menempuh perkuliahan ternyata juga sebagai guru ngaji. Persyaratan pengabdian masyarakat seperti guru ngaji tapi kuliah itu terpenuhi, lalu prestasi kami bantu, dan yang tidak mampu juga dibantu lewat regulasi sosial. Tiga komponen ini kita penuhi semua,” lanjutnya.
Seluruh penerima bantuan dari berbagai jalur seleksi menerima nominal bantuan yang disetarakan, yakni Rp 5 juta per tahun untuk tiap mahasiswa.
Ke depan, Unusida berharap kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan semata, melainkan berkembang menjadi sinergi riset berkelanjutan. Dengan 5 fakultas yang dimiliki, Unsida berkomitmen mengarahkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat berbasis kompetensi keilmuan.
Hasil-hasil riset inovatif dari para dosen dan mahasiswa baik di bidang Teknik, Ilmu Komputer (digitalisasi dan pemetaan wilayah), maupun Pendidikan (metode dan media pembelajaran digital baru) diharapkan dapat diterapkan secara langsung di masyarakat maupun sekolah-sekolah.
”Kami ingin hasil riset teknik dibawa ke masyarakat. Ilmu komputer membawa digitalisasi dan pemetaan, sementara bidang pendidikan membawa metode serta media digital baru ke sekolah. Jika dianggap baik, kita bisa tanda tangani MoU untuk penggunaan jangka panjang. Di pemerintah namanya Teknologi Tepat Guna (TTG),” tegasnya.
Langkah hilirisasi riset ini dinilai sangat penting untuk membantu hilirisasi proyek-proyek Pemkab Sidoarjo sehingga hasil riset perguruan tinggi memberikan dampak langsung dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Ridho Prasetyo mewakili Bupati Sidoarjo, berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi warganya melalui peluncuran Program Beasiswa Pendidikan. Program ini dirancang untuk mendampingi generasi muda mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi, guna memastikan tidak ada anak di Sidoarjo yang terhambat meraih masa depan karena kendala biaya.
Dalam penjelasannya, Ridho Praseyo menyampaikan pesan mendalam bagi para mahasiswa penerima beasiswa. Mahasiswa diimbau untuk tidak hanya terpaku pada teori di ruang kelas, tetapi juga aktif memadukan ilmu yang didapat dengan realitas di lapangan.
Pemahaman yang mendalam serta semangat kolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi positif yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Alokasi Kuota dan Kategori Beasiswa
Untuk program beasiswa yang diluncurkan pada pertengahan tahun ini, Pemkab Sidoarjo telah menyediakan kuota total sebanyak 4.000 penerima manfaat. Khusus untuk jenjang Perguruan Tinggi, rincian alokasi penerima beasiswa terbagi dalam beberapa kategori utama:
· Bidang Keagamaan: 500 mahasiswa.
· Prestasi Akademik dan Non-Akademik: 1.000 mahasiswa.
· Bantuan Mahasiswa Kurang Mampu: 378 mahasiswa.
Program ini menjadi wujud nyata kepedulian Bupati Sidoarjo dalam mendorong pemerataan pendidikan serta mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, cerdas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.(RK).


