‎‎Sidoarjo, jurnal9.tv — Maraknya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif media sosial menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, SMK Diponegoro Sidoarjo menggelar seminar parenting berkolaborasi dengan motivator nasional di Aula Kantor PCNU Sidoarjo, Sabtu (15/8/2026).

‎Kegiatan yang mengusung tema “Tumbuh Bersama, Berkarakter, dan Berakhlak untuk Meraih Masa Depan Gemilang Putra-Putri Tercinta” ini menghadirkan narasumber utama Motivator Nasional Dr. Ketut Abid Halimi,S.Pd.I,M.Pd.C.HT. dari TIMES Institute Indonesia. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, BPPNU, komite sekolah, serta ratusan wali murid dan siswa.

‎Kepala SMK Diponegoro Sidoarjo, Iva Yuliyana, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa agenda tahunan ini digelar untuk memperkuat sinergi antara lingkungan sekolah dan peran orang tua di rumah.
‎”Kegiatan rutin ini diselenggarakan untuk memaparkan program-program sekolah, visi dan misi, serta mempererat kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua murid,” ujar Iva.

‎Iva menekankan bahwa pembentukan karakter dan perencanaan masa depan anak harus dipersiapkan sejak dini. Menurutnya, pemahaman mengenai pencegahan kenakalan remaja, bahaya narkoba, dan pemanfaatan media sosial secara bijak menjadi poin krusial yang disampaikan dalam seminar tersebut.

‎”Harapan ke depannya, orang tua bersama pihak sekolah dan para siswa memiliki semangat yang sama untuk tumbuh bersama demi meraih masa depan gemilang anak-anak,” tambahnya.

‎Soroti Ancaman Narkoba dan Judi Online
‎Dalam pemaparannya, Dr. Ketut Abid Halimi menyoroti berbagai permasalahan sosial di kalangan muda yang semakin mengkhawatirkan, seperti perundungan (bullying), hubungan seks bebas, perjudian, hingga penyalahgunaan narkotika.

‎Ia mengungkapkan data keprihatinan terkait paparan zat terlarang di kalangan generasi muda saat ini.

‎”Dari 10 remaja di Indonesia, hampir 6 di antaranya diduga pernah terpapar atau terlibat dalam kasus narkoba, baik skala pemula hingga kecanduan. Dampaknya sangat nyata: rumah tangga kacau, keluarga rusak, serta impian masa depan hancur,” tegas Ketut.

‎Sebagai langkah preventif, Ketut mengapresiasi langkah SMK Diponegoro Sidoarjo yang secara konsisten menerapkan kurikulum pembiasaan ibadah harian sebagai benteng moral para siswa.
‎Beberapa program pembiasaan karakter religius yang rutin dijalankan di sekolah ini antara lain:
· ‎Salat Dhuha Berjamaah: Dilaksanakan setiap pagi sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
· ‎Pembacaan Surah Yasin: Menjadi rutinitas untuk menguatkan spiritualitas siswa.
· ‎Hafalan Al-Qur’an: Penambahan hafalan surat-surat pilihan, seperti Surah Al-Waqi’ah.
‎Ia menilai penanaman nilai agama ini sebagai langkah konkret yang sangat berharga untuk menjaga moral generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi.
‎Ketut juga mengingatkan pentingnya rasa memiliki (sense of belonging) dan dukungan kolektif dari seluruh warga sekolah agar penanaman karakter mulia ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan.(RK).