Lamongan, jurnal9.tv – Puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 berlangsung khidmat sekaligus meriah pada Selasa (26/5/2026). Momentum tahunan ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan menjadi ajang refleksi historis dan batu pijakan untuk menatap masa depan.

​Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, Mukhammad Freddy Wahyudi. Ia menilai HJL ke-457 merupakan momen penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk melangkah maju dengan penuh optimisme.

​”Saya selaku Ketua DPRD Lamongan mengajak semua masyarakat untuk merapatkan barisan, memperkuat kesatuan, dan turut berkontribusi nyata dengan baik di wilayah masing-masing. Mari terus mencintai dan membangun tanah air kita,” ujar Freddy kepada wartawan.

Pada HJL tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengusung tema “Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial”. Tema ini dinilai bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan sebuah penegasan atas jati diri dan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen masyarakat lintas generasi di kabupaten berjuluk Bumi Joko Tingkir tersebut.

​Peringatan HJL ke-457 ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh pemangku kebijakan dan warga Lamongan untuk terus bersinergi, menjaga harmoni sosial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif demi kemajuan daerah.

Rangkaian acara puncak HJL ke-457 dimulai dengan prosesi adat yang sakral. Mulai dari pembukaan selubung pataka lambang daerah, pemasangan oncer sesanti, kirab pataka, hingga penyemayaman lambang daerah dalam Pasamuan Agung di Pendopo Lokatantra Lamongan.

​Tak hanya sakral, atmosfer kemeriahan juga terpancar dari berbagai hiburan rakyat yang disuguhkan di sepanjang rute kirab. Warga dihibur oleh penampilan Drumband Genta Buana SMA Taruna Brawijaya, kesenian Tongklek, Barongsai, Reog, Jaran Jenggo, Karawitan Campursari, hingga Sendratari yang memukau.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam pidatonya menegaskan posisi strategis Lamongan yang selama ini kokoh sebagai lumbung pangan utama di Jawa Timur. Sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lamongan terus mencatatkan capaian yang membanggakan.

​”Identitas utama Lamongan adalah lumbung pangan dengan produksi padi tertinggi di Jatim, mencapai 1,33 juta ton pada tahun 2025. Begitu juga dengan perikanan dan peternakan dengan hasil yang membanggakan,” pungkas bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.