Gresik, jurnal9.tv – Penguatan kinerja operasional dan keandalan layanan logistik menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Wakil Kepala I Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf ke Pelabuhan Gresik yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada Kamis (9/7).

Direktur Operasi Pelindo, Prasetyadi menyampaikan bahwa Pelindo sebagai operator pelabuhan memegang peran strategis sebagai simpul utama dalam rantai logistik. Transformasi operasional pelabuhan terus menjadi fokus Pelindo dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa yang sejalan dengan agenda strategis BP BUMN dan Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik serta aktivitas perdagangan nasional.

“Pelindo melakukan berbagai upaya penguatan operasional pelabuhan melalui standarisasi proses bisnis, digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi infrastruktur dan peralatan pelabuhan, hingga penerapan aspek keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan layanan pelabuhan semakin andal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Kepala I BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa penguatan operasional dan peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting bagi perusahaan BUMN dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“BUMN memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional, termasuk melalui sektor kepelabuhanan dan logistik. Karena itu, penting untuk terus memastikan operasional berjalan efektif, layanan semakin konsisten, serta transformasi yang dilakukan perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujar Aminuddin Ma’ruf.

Dalam kunjungan tersebut, Aminuddin Ma’ruf didampingi Direktur Operasi Pelindo Prasetyadi, Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Multi Terminal Wahyu Pradityo, serta Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3 Purwanto Wahyu Widodo melakukan diskusi terkait berbagai aspek operasional terminal nonpetikemas, mulai dari pengelolaan layanan, kesiapan fasilitas, peningkatan produktivitas, hingga strategi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional.

Usai agenda diskusi, rombongan melanjutkan peninjauan lapangan ke sejumlah area operasional Pelabuhan Gresik. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke area dermaga, peralatan dan infrastruktur pendukung, ruang kontrol/monitoring, hingga melihat secara langsung aktivitas operasional terminal nonpetikemas.

Melalui kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan Pelabuhan Gresik dalam mengelola operasional terminal dengan mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan kepada pengguna jasa.