Yogyakarta, jurnal9.tv – Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menegaskan bahwa warisan terbesar pendiri NU Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari tidak hanya berupa karya-karya tulis, tetapi juga sistem nilai yakni Al-Qanun Al-Asasi.

“Al-Qanun Al-Asasi bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan fondasi nilai yang harus terus dihidupkan. Di dalamnya terkandung prinsip-prinsip yang membentuk tradisi keilmuan, adab persatuan dan akhlak, serta tanggung jawab dalam pengabdian kepada umat,” ungkap Gus Kikin dalam diskusi bersama guru besar dan dosen di Yogyakarta, Kamis (30/7).

Dalam forum silaturrahim tersebut, Gus Kikin menjelaskan warisan pendiri NU itu tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman, karena itu Tradisi Intelektual dan Al-Qanun Al-Asasi itu penting untuk dirawat bersama sebagai fondasi pengembangan pendidikan, pemikiran Islam, dan peradaban bangsa.

Dalam suasana penuh keakraban dan semangat keilmuan, diskusi ini mengarah kepada pentingnya menjaga kesinambungan sanad intelektual Hadratussyaikh melalui penguatan kajian akademik, riset, serta implementasi nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi masa kini.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mentransformasikan khazanah pemikiran Hadratussyaikh menjadi kajian ilmiah yang kontekstual tanpa kehilangan akar tradisi pesantren, karena itu sinergi antara pesantren, akademisi, dan lembaga pendidikan menjadi langkah penting untuk memastikan warisan intelektual tersebut tetap hidup dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Forum diskusi juga menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat penelitian, dokumentasi, dan diseminasi pemikiran Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, termasuk pengembangan kajian terhadap Al-Qanun Al-Asasi sebagai salah satu karya monumental yang memuat prinsip-prinsip dasar perjuangan, organisasi, dan etika keilmuan Nahdlatul Ulama.

Melalui forum silaturahim akademik ini diharapkan lahir berbagai kolaborasi yang mampu menjaga mata rantai keilmuan ulama Nusantara sekaligus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki komitmen untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan dengan spirit Qanun Asasi.