Sidoarjo, jurnal9.tv — Kehangatan budaya dan citra Indonesia sebagai negara berpopulasi Muslim terbesar di dunia menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelajar mancanegara. Hal ini dirasakan langsung oleh Isa Salihu (25), mahasiswa asal Nigeria yang memutuskan untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Jawa Timur.
Isa menjadi bagian dari 665 mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2026/2027 di Masjid Muhammad Hasyim Asy’ari Kampus II Unusida, Sidoarjo, Selasa (8/9/2026).
Melalui riset mandiri sebelum berangkat, Isa menilai Indonesia menawarkan lingkungan belajar yang kondusif, terutama dalam pendalaman ilmu berbasis nilai keislaman yang ramah dan inklusif.
”Alhamdulillah, berdasarkan riset saya, Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Hal itu membuat saya sangat tertarik untuk melanjutkan pendidikan di sini,” ujar Isa di sela-sela kegiatan PKKMB.
Meski sempat terkendala bahasa pada awal kedatangannya, Isa kini telah mahir menggunakan berbagai kosakata bahasa Indonesia untuk kebutuhan harian, mulai dari menyapa hingga bertransaksi. Tak hanya itu, ia juga mengaku menggemari kuliner lokal seperti ayam goreng, bakso, hingga jajanan populer seblak.
Plt Rektor Unusida, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan PKKMB dirancang tidak sekadar sebagai ajang orientasi, melainkan pembekalan karakter dan penanaman keunggulan spesifik kampus.
Menurut Hadi, Unusida berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan sebelum resmi menyandang gelar sarjana.
”Kami ingin menyiapkan mahasiswa agar mandiri. Di antaranya melalui penguatan program wirausaha, sehingga sebelum lulus pun mereka sudah memiliki kemandirian dan mampu berkolaborasi,” ungkap Hadi.
Terkait kehadiran mahasiswa asing, Hadi mengonfirmasi adanya peningkatan minat dari berbagai negara di wilayah Asia Timur, Eropa Timur, hingga Afrika. Seluruh proses penerimaan mahasiswa internasional dipastikan tetap berjalan sesuai prosedur imigrasi dan perizinan resmi.
”Daya tarik utama Unusida terletak pada reputasi Nahdlatul Ulama serta penguatan nilai-nilai Al-Islam ke-NU-annya, di samping keunggulan bidang keilmuan seperti ekonomi, teknik, dan pendidikan,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Zainal Abidin, menilai pertumbuhan Unusida yang signifikan dari tahun ke tahun tak lepas dari strategi publisitas yang adaptif. Optimalisasi media sosial dan ekspos capaian akademis dosen maupun mahasiswa menjadi kunci utama mengenalkan kampus ke ranah internasional.
Menghadapi persaingan perguruan tinggi yang kian ketat, Kiai Zainal menegaskan komitmen pengelola untuk memaksimalkan basis utama masyarakat Nahdliyin sekaligus terus melakukan pembenahan kualitas.
”Kami sebagai pengelola dan owner dari Unusida berikhtiar sekuat tenaga memaksimalkan garis basis masyarakat NU. Namun kami tidak akan berhenti berinovasi, sehingga posisi Unusida tetap diperhitungkan dan menjadi pilihan utama para orang tua,” tegas Kiai Zainal.
Agenda PKKMB ini turut dihadiri Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Hj. Anik Maslachah; perwakilan Bupati Sidoarjo melalui Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Ridho Prasetyo; Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Ainun Jariyah; serta jajaran jajaran BPP dan civitas akademika Unusida.(RK).


