Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memastikan tetap menjaga hubungan dengan PWNU Jawa Timur meski dirinya kini mendapat amanah memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.
Gus Kikin mengatakan, posisi yang diperolehnya di tingkat pusat tidak lepas dari penugasan PWNU Jawa Timur. Karena itu, ia menegaskan tidak akan melupakan PWNU Jatim maupun kantor yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan organisasinya.
Hal tersebut disampaikan Gus Kikin dalam acara tasyakuran dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWNU Jawa Timur, Selasa.
“Saya bersyukur Muktamar berjalan lancar dan keputusan PWNU Jatim menugasi saya juga sukses, namun saya tidak akan melupakan Jatim, meski saya akan banyak waktu di Jakarta,” kata Gus Kikin.
Ia bahkan berjanji tetap berupaya menyempatkan diri datang ke Kantor PWNU Jawa Timur di tengah kesibukannya menjalankan tugas di Jakarta.
“Saya akan tetap mengupayakan mampir, mungkin satu bulan sekali saat hari Selasa,” ujarnya.
PWNU Jatim Bersyukur Hasil Muktamar
Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Jawahir turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Menurutnya, keberhasilan Muktamar tidak hanya ditandai dengan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU. PWNU Jawa Timur juga menilai mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang digunakan dalam proses pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU menjadi bagian penting dari hasil Muktamar.
“Bukan hanya itu (terpilihnya Gus Kikin), tapi perjuangan PWNU Jatim untuk pemilihan pimpinan PBNU, baik Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU, melalui AHWA juga berhasil,” katanya.
Menurut Abdul Matin, penerapan AHWA membuat proses pemilihan pimpinan NU berlangsung melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat.
Ia juga menyebut mekanisme tersebut menegaskan posisi Rais Aam PBNU sebagai mandataris tunggal Muktamar.
Isu di Media Sosial Disorot
Di tengah rasa syukur atas hasil Muktamar, salah satu khodam PWNU Jawa Timur, H Zaini Ilyas, menyoroti munculnya sejumlah isu di media sosial setelah KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031.
Menurut Zaini, terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU berlangsung relatif lancar. Namun, muncul sejumlah tudingan terhadap KH Miftachul Akhyar yang dinilainya belum melalui proses tabayun atau klarifikasi.
“Terpilihnya Gus Kikin masih relatif lancar, tapi terpilihnya Kiai Miftah masih diikuti isu yang kurang bagus di medsos, karena mungkin dari pihak yang kalah, tapi tuduhan medsos itu tanpa tabayyun atau klarifikasi,” katanya.
Ia mencontohkan adanya tudingan yang mengaitkan pembangunan pondok pesantren dengan jabatan Rais Aam. Menurut Zaini, tudingan tersebut tidak sesuai dengan informasi yang diketahuinya.
Patani Jajaki Kerja Sama dengan NU
Dalam kesempatan yang sama, PWNU Jawa Timur juga menerima kunjungan perwakilan masyarakat Muslim Patani, Thailand, yang tergabung dalam Charity Foundation for Relief.
Rombongan dipimpin Ketua Charity Foundation for Relief Dr Fakhruddin Sa-ah dan diterima Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Dr H Hakim Jayli bersama sejumlah pengurus lainnya.
Fakhruddin mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan tokoh-tokoh NU. Ke depan, pihaknya membuka peluang kerja sama dalam sejumlah bidang.
“Kami datang untuk silaturahmi dengan tokoh-tokoh NU dan mungkin ke depan bisa menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, pembelajaran Al-Qur’an, dan sosial-ekonomi,” katanya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda PWNU Jawa Timur setelah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama NU dengan masyarakat Muslim Patani di bidang pendidikan dan sosial-ekonomi.





