‎Sidoarjo, jurnal9.tv – Dalam rangka menyambut dan mensukseskan helatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, PCNU Sidoarjo melalui LAZISNU menggalang dana donasi serta menjalin kerja sama lintas agama dengan sejumlah gereja di Sidoarjo.Ahad (16/8/2026).

‎​Ketua Lazisnu PCNU Sidoarjo,Dodi Dliya’uddin, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tiga lembaga gereja yang telah menyambut baik inisiatif tersebut, di antaranya Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), Gereja Protestant di Indonesia bagian Barat (GPIB), dan Gereja Kristen Indonesia (GKI).

‎​”Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada beberapa gereja. Inisiasi pertama dilakukan di GKJW, dan hari ini ada tiga gereja yang bergabung, yaitu GKJW, GPIB, dan GKI. Alhamdulillah semuanya menyambut dengan sangat terbuka (welcome),” ujar

‎​Kerja sama dan solidaritas antar umat beragama ini bukanlah hal baru di Sidoarjo. Sebelumnya, pada momen Peringatan 1 Abad NU, lintas elemen masyarakat dan umat beragama di Sidoarjo juga turut berkhidmat memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu dan jemaah yang hadir.

‎​Inisiatif penggalangan donasi ini diniatkan sebagai wujud nyata Nahdlatul Ulama sebagai lembaga yang membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin), sekaligus memperkokoh ikatan persaudaraan antar umat beragama di Sidoarjo.

‎Dodi juga menuturkan bahwa ​penggalangan dana donasi yang ditargetkan mencapai sekitar Rp300 juta ini dihimpun dari berbagai lapisan masyarakat, lembaga pendidikan Ma’arif, TPQ, pesantren, hingga kontribusi elemen non-Muslim. Pengumpulan donasi tersebut resmi memasuki hari terakhir/pemungkas pada Minggu, 16 Agustus 2026.

‎​Seluruh hasil donasi yang terkumpul akan disalurkan dan dikelola oleh LAZISNU untuk mendirikan Posko Pelayanan Muktamar yang berlokasi di area Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang (berdampingan dengan Unipdu Jombang).

‎​Fasilitas dan pelayanan yang disiapkan di posko tersebut meliputi:
‎* ​Nasi Bungkus Gratis: Pembuatan dan pembagian 1.000 bungkus nasi setiap hari untuk para tamu dan jemaah.
‎* ​Konsumsi & Angkringan: Penyediaan kopi, polo pendem (palawija), dan hidangan hangat lainnya secara gratis.
‎* ​Layanan Kesehatan & Relaksasi: Layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan, serta fasilitas relaksasi pijat bagi muktamirin yang kelelahan.
‎* ​Dukungan Panitia Pusat: Sebagian dana juga dialokasikan untuk mendukung operasional Panitia Muktamar ke-35 NU.

‎​Melalui kegiatan ini, Lazisnu PCNU Sidoarjo berharap semangat gotong royong dan khidmah bersama tidak hanya mensukseskan jalannya Muktamar NU ke-35, tetapi juga melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi kemaslahatan bangsa, sosial, dan kebudayaan Indonesia ke depan.

‎Pendeta GKJW Jemaat Sidoarjo, Noven Rudy Nathaniel, menyampaikan bahwa keterlibatan ini merupakan hal yang berkesan dan bermakna. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata nilai-nilai persaudaraan serta rasa saling terhubung antar umat beragama yang diterjemahkan melalui tindakan langsung, salah satunya dengan saling membantu dan memberikan donasi.

‎” ​Antusiasme jemaat GKJW terhadap kerja sama dan keterlibatan ini tergolong sangat positif. Tanpa adanya rasa keberatan, sejumlah warga jemaat bahkan telah menyalurkan donasi secara mandiri langsung ke rekening LAZISNU sebelum acara puncak berlangsung.”imbuhnya.

‎Hal ini menunjukkan bahwa hubungan baik yang terjalin tidak hanya sebatas hubungan formal antarorganisasi, melainkan juga menggerakkan hati warga jemaat secara individu.

‎Noven juga menjelaskan bahwa ​Kedekatan antara GKJW dan NU memiliki akar sejarah yang kuat. Salah satunya adalah jejak kenangan bersama almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

‎” ​Dalam sejarahnya, Gus Dur pernah mengajar tentang keislaman di lembaga pendidikan milik GKJW. Sebagai bentuk penghormatan dan kenangan atas jasa serta hubungan erat tersebut, GKJW bahkan menyediakan ruang khusus untuk mengenang almarhum Gus Dur di Kantor Sinode GKJW.” Jelasnya.

‎Ketua 2 Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Bethesda Sidoarjo, Saming SusanTyoko, mengungkapkan rasa syukurnya atas jalinan persaudaraan dan kerja sama yang terus berjalan harmonis antara GPIB dan warga Nahdhiyin.

‎​”Kami sangat berterima kasih atas persaudaraan, utamanya GPIB Bethesda Sidoarjo, yang bisa berjalan sampai saat ini. Selama ini kita sering bekerja sama, saling membantu, dan melengkapi,” ujar Saming.

‎​Saming menjelaskan bahwa GPIB memiliki program Interfaith atau dialog antar lintas iman. Dalam momentum Muktamar NU kali ini, GPIB turut memanjatkan doa bersama seluruh jemaat pada ibadah Minggu pagi.

‎​”Kebetulan NU mau mengadakan Muktamar, sehingga kegiatan doa tersebut kami adakan pada ibadah jemaat jam 09.00 pagi. Ini merupakan bentuk dukungan moral dan spiritual dari jemaat kami,” tambahnya.

‎​Melalui doa bersama ini, pihak GPIB berharap agar Nahdlatul Ulama terus maju dan memberikan kontribusi positif bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‎​”Tentu kami berharap NU bisa terus maju dan berkembang untuk persatuan bangsa Indonesia dan NKRI. Itu harapan utama kami,” pungkasnya.(RK).