Makkah, jurnal9.tv – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochammad Irfan Yusuf mengimbau jamaah haji Indonesia agar tidak terlalu sering beraktivitas di luar tenda selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Imbauan tersebut disampaikan Gus Irfan saat melepas keberangkatan jamaah haji SOC 1 atau embarkasi Solo menuju Arafah di Hotel Luluat Albaik.
Di tengah suasana lantunan talbiyah yang menggema di lobi hotel, Gus Irfan menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan jamaah yang bersiap menaiki bus menuju Arafah.
Usai berdialog dengan jamaah, ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama fase puncak ibadah haji, terutama karena suhu di Armuzna diperkirakan mencapai 47 derajat celcius pada siang hingga sore hari.
“Jamaah jangan banyak jalan-jalan di luar. Bisa berbahaya. Tetaplah di dalam tenda, perbanyak lantunkan doa, dzikir, dan beribadah,” kata Gus Irfan.
Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung kenyamanan jamaah selama berada di Armuzna, mulai dari konsumsi, air minum, tempat tidur hingga fasilitas toilet di tenda.
Menurutnya, layanan yang diberikan kepada jamaah tahun ini diharapkan dapat berjalan optimal dan terus mengalami peningkatan.
“Mudah-mudahan layanan yang baik ini bisa terus berjalan, dan bahkan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, jamaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina sebagai rangkaian puncak ibadah haji sejak 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 25 Mei 2026.
Pelaksanaan wukuf di Arafah berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1447 H atau 26 Mei 2026 mulai pukul 10.00 waktu Arab Saudi.
Pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah dibagi dalam tiga gelombang, yakni pukul 07.00-11.00 WAS sebanyak 74.643 jamaah, pukul 11.30-16.00 WAS sebanyak 68.486 jamaah, dan pukul 16.30-21.00 WAS sebanyak 62.289 jamaah.
Seluruh proses pergeseran jamaah menuju Armuzna dilakukan menggunakan armada bus yang telah disiapkan panitia penyelenggara haji.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




