‎‎​Sidoarjo, jurnal9.tv — Jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candi masa khidmat 2026-2031 resmi dilantik oleh PCNU Sidoarjo di Masjid Jami’ Quba Tenggulunan, Ahad (5/7/2026). Pelantikan ini menjadi momentum krusial penentu arah gerak organisasi selama lima tahun ke depan.

‎​Prosesi sakral ini disaksikan langsung oleh Ketua PCNU Sidoarjo KH. Zainal Abidin, M.Pd.i., Sekretaris PCNU Sidoarjo Ir. H. Agus Mahbub Ubaidillah, jajaran Forkopimka Candi, serta seluruh Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Candi.

‎​Ketua MWCNU Candi terpilih, Dr. H. Moh. Arwani Muslich, M.Ag., M.HI., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membuang waktu. Pascapelantikan, gerak cepat organisasi akan diawali dengan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) yang melibatkan sedikitnya 125 pengurus, mulai dari tingkat harian, 15 lembaga sektoral, hingga perwakilan ranting.

‎​”Alhamdulillah, pelantikan berjalan tertib dan lancar. Langkah taktis selanjutnya, kami segera menggelar Musker untuk menyatukan visi dan mengunci skema kerja seluruh lembaga,” tegas Arwani.

‎​Empat Program Prioritas Tanpa Tawar
‎​MWCNU Candi periode ini membawa mandat berat dengan menetapkan empat program prioritas yang menyentuh sektor legalitas, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Empat poin yang menjadi target mati pengurus baru meliputi:

‎*​Akselerasi Sertifikasi Wakaf: Mempercepat penyelesaian legalitas hukum tanah wakaf yang saat ini masih tertahan di sejumlah titik wilayah Candi.
‎*​Optimalisasi LP Ma’arif: Melakukan intervensi total pada Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU di Candi guna mendongkrak mutu pendidikan secara signifikan.
‎*​Pendirian BMT NU Candi: Menargetkan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) NU wajib berdiri dan beroperasi tahun ini juga sebagai motor penggerak ekonomi umat.
‎*​Operasional Fasilitas Kesehatan: Memangkas birokrasi perizinan dan mempercepat penataan taktis agar fasilitas kesehatan baru milik NU bisa segera melayani masyarakat dalam waktu dekat.

‎​Menyadari besarnya target yang dipatok, Arwani memperingatkan seluruh jajarannya bahwa ego sektoral dan kerja individual tidak akan memberikan hasil. Keberhasilan program-program besar ini bertumpu pada kekuatan kolektif.

‎​”Kami di pengurus MWCNU tidak bisa dan tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada komitmen total, dukungan, dan kolaborasi konkret dari Pengurus Ranting, Forkopimka, serta seluruh elemen strategis di Candi,” pungkasnya secara tegas.(RK)