Jeddah, jurnal9.tv – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M terus menunjukkan transformasi layanan yang semakin inklusif. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah RI memperkuat pelayanan bagi jemaah rentan dengan menghadirkan skema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap jemaah yang membutuhkan perhatian khusus selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Menurut Puji, komposisi jemaah Indonesia saat ini didominasi perempuan, sementara jumlah jemaah lansia dan penyandang disabilitas terus meningkat setiap tahun. Karena itu, pemerintah membentuk layanan khusus untuk memastikan mereka memperoleh pendampingan dan prioritas pelayanan.
“Lebih dari 54 persen jemaah kita adalah perempuan. Jumlah lansia dan disabilitas juga terus bertambah. Karena itu kami menghadirkan layanan khusus agar mereka dapat beribadah dengan nyaman dan aman,” ujar Puji saat meninjau layanan jemaah rentan bersama Komisi Nasional Disabilitas di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Rabu (13/5) malam.
Dalam peninjauan tersebut, Puji turut menyapa langsung jemaah lansia dan disabilitas. Bahkan, ia terlihat membantu mendorong kursi roda jemaah hingga menuju bus keberangkatan ke hotel di Makkah.
Sebagai bentuk penguatan layanan, Kemenhaj juga meningkatkan jumlah petugas perempuan pada operasional haji tahun ini. Penambahan tersebut mencapai lebih dari 10 persen dibanding musim haji sebelumnya.
“Perempuan tentu lebih nyaman dilayani sesama perempuan. Ini bagian dari ikhtiar kami agar kualitas pelayanan semakin baik dan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk,” katanya.
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan, memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah yang dinilai semakin serius menghadirkan layanan haji inklusif.
Menurutnya, pelibatan KND sejak tahap persiapan hingga pelatihan petugas menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam memenuhi hak penyandang disabilitas untuk beribadah.
“Tahun ini layanan semakin inklusif. Tidak hanya fokus pada lansia, tetapi juga perempuan dan disabilitas. Kami melihat langsung keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang manusiawi,” ujar Deka.
Ia menilai pelayanan terhadap kelompok rentan bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk penghormatan kepada tamu Allah yang membutuhkan perhatian lebih.
“Mudah-mudahan dengan memuliakan lansia dan saudara kita penyandang disabilitas, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lebih sukses dan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, operasional haji Indonesia hingga hari ke-24 tercatat berjalan lancar. Sebanyak 395 kelompok terbang dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah setelah diberangkatkan bertahap dari Madinah.
Sedangkan untuk gelombang kedua melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah, tercatat 120 kloter dengan 45.914 jemaah dan 481 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 10.535 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




