Jeddah, jurnal9.tv – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) tahun 2026 bekerja sama dengan Kementerian Haji Republik Indonesia. Survei ini dilakukan untuk memotret kualitas layanan bagi jemaah haji, baik di tanah air maupun selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Inspektur Utama BPS, Dadang Hardiawan, mengatakan survei tahun ini menggunakan pendekatan baru dengan tidak hanya menilai hasil akhir layanan, tetapi juga seluruh proses pelayanan yang diterima jemaah.

“Kami tidak hanya melihat output layanan saja, tetapi juga mendalami setiap proses yang dilaluinya,” ujar Dadang di sela peninjauan layanan haji di Daerah Kerja Bandara, Senin (11/5).

Untuk menjaga validitas data, BPS menerjunkan tujuh orang pengawas dengan target sebanyak 14.400 responden. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode probability sampling agar hasil survei benar-benar representatif dan objektif.

“Kami tidak pilih-pilih sampel. Semua jemaah memiliki peluang yang sama untuk memberikan penilaian, sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid dan tidak hanya mengambil testimoni yang bagus-bagus saja,” katanya.

Survei SKLHI 2026 mencakup sembilan titik pengamatan penting mulai dari Madinah, Jeddah, hingga kawasan Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Beberapa aspek yang menjadi fokus penilaian antara lain layanan dalam negeri seperti administrasi, transportasi menuju bandara, akomodasi embarkasi, dan pelayanan petugas haji.

Sementara untuk layanan luar negeri, survei menilai kualitas hotel, tenda di Arafah dan Mina, transportasi antar kota, layanan ibadah, hingga layanan kesehatan bagi jemaah.

Aspek konsumsi juga menjadi perhatian utama, meliputi kualitas makanan, kandungan gizi, variasi menu, ketepatan waktu distribusi, hingga mekanisme pembagian makanan kepada jemaah.

Hingga awal Mei 2026, tim BPS telah menyebarkan sekitar 5.080 lembar kuesioner kepada jemaah. Selain menggunakan sistem digital berbasis Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), tim juga melakukan observasi lapangan dan wawancara mendalam guna mendapatkan gambaran layanan secara menyeluruh.

Hasil akhir survei atau indeks kepuasan layanan haji dijadwalkan akan dipublikasikan pada Juli atau Agustus 2026.

Dadang berharap hasil survei tersebut dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan haji pada masa mendatang.

“Hasil survei ini akan menjadi kompas bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan di masa mendatang. Hal-hal yang sudah bagus akan dipertahankan, sementara yang kurang akan segera dievaluasi demi kenyamanan tamu Allah,” tutupnya.

M Hariri, Media Center Haji 2026