Jeddah, jurnal9.tv – Kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Rabu (13/5/2026) sore waktu setempat, sebanyak 74 persen jemaah haji dilaporkan telah tiba melalui Bandara Madinah maupun Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Teguh Dwi Nugroho, menyampaikan capaian tersebut sesaat setelah tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Ia didampingi Dirjen Bina Penyelenggaraan Ibadah Haji Puji Raharjo serta Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid.

“Secara akumulasi, laporan dari Kadaker Bandara menunjukkan kedatangan jemaah kita sudah mencapai 74 persen atau sebanyak 387 kloter,” ujar Teguh kepada Media Center Haji 2026.

Teguh mengapresiasi seluruh petugas dan kepala embarkasi di tanah air yang dinilai berhasil memastikan proses keberangkatan jemaah berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Ia juga memastikan jemaah gelombang kedua yang tiba di Jeddah akan langsung diberangkatkan menuju hotel untuk beristirahat sebelum menjalankan ibadah umrah wajib.

Menurut Teguh, pelayanan terhadap jemaah lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas menjadi perhatian utama pemerintah selama operasional haji berlangsung. Petugas haji disebut telah mendapatkan pelatihan intensif untuk menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Meskipun tanpa mahram atau keluarga, petugas kami sigap membantu. Laporan yang saya terima, para jemaah merasa nyaman karena ketangkasan petugas di lapangan,” katanya.

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kemenhaj akan menggelar koordinasi teknis guna mematangkan skema pergerakan jemaah agar lebih presisi.

Selain itu, Teguh juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan menghindari aktivitas yang menguras tenaga sebelum Armuzna. Pemerintah pun masih melarang kegiatan wisata kota sebelum puncak haji selesai.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenhaj kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jalur haji non-prosedural. Pemerintah bersama aparat keamanan dan imigrasi disebut terus melakukan pengawasan ketat.

“Kami pastikan, bagi siapa pun yang mencoba berangkat dengan cara non-prosedural, akan kami gagalkan. Gunakan jalur resmi demi keamanan dan kenyamanan ibadah,” tegasnya.

M. Hariri, Media Center Haji 2026