Surabaya, jurnal9.tv – Liga Progresif 4 Tahun 2026 resmi dibuka di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (9/5/2026). Kompetisi pembinaan usia dini tersebut diikuti 28 sekolah sepak bola (SSB) dan klub dari berbagai kelompok umur.

Pada edisi keempat ini, Liga Progresif mempertandingkan tiga kategori usia, yakni U-13 yang diikuti 10 tim, U-15 sebanyak 11 tim, serta U-17 dengan tujuh peserta.

Laga pembuka mempertemukan Farfaza melawan New Star Salam (NSS) pada kategori U-15. Sementara di kelompok U-13, Gartifa menghadapi Elfaza, dan kategori U-17 mempertemukan Maestro kontra Bintang Utama.

Pembukaan Liga Progresif 4 turut dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan Disbudporapar Kota Surabaya, PSSI Kota Surabaya, BPJS Ketenagakerjaan Juanda, serta RS Ubaya yang selama ini menjadi mitra pendukung kesehatan kompetisi.

Koordinator Liga Progresif, Coach Emil, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut. Ia menegaskan, Liga Progresif tetap konsisten mengedepankan pembinaan pemain usia dini.

“Alhamdulillah, kami selaku panitia akan terus berusaha konsisten dalam pembinaan. Moto kami adalah mengutamakan proses di atas hasil pertandingan. Semoga Liga Progresif bisa menjadi sarana bagi anak-anak muda bertalenta untuk berkembang di sepak bola,” ujar Coach Emil di sela pertandingan.

Ia juga menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap pertandingan, termasuk kepatuhan terhadap perangkat pertandingan sebagai bagian dari pembelajaran karakter pemain muda.

Sementara itu, Exco PSSI Surabaya yang juga Ketua PS Mitra, Abdullah, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pembinaan sepak bola usia dini di Surabaya.

Menurut dia, dukungan pemerintah Kota Surabaya melalui Disbudporapar dalam memberikan akses penggunaan Lapangan ABC GBT menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan kompetisi pembinaan.

“Liga Progresif merupakan kompetisi pembinaan PSSI yang legal dan sah karena memiliki rekomendasi dari PSSI Askot Surabaya,” kata Abdullah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada RS Ubaya yang diwakili Manager RS Ubaya, Hayuning, para pelatih dan pengurus klub peserta, hingga panitia pelaksana yang terus melakukan inovasi dalam penyelenggaraan kompetisi.

Salah satu inovasi yang diterapkan pada Liga Progresif 4 tahun ini ialah digitalisasi data peserta melalui sistem fingerprint untuk seluruh pemain dan tim peserta. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan validitas data sekaligus mendukung profesionalisme kompetisi usia dini di Surabaya.