‎Sidoarjo, jurnal9.tv — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat merespons insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SDI Ar Rahmah, Dusun Lengki Desa Suruh Kecamatan Sukodono. Selain memastikan penanganan medis para korban, Dinas Dikbud akan memperketat pengawasan jajanan dan kebersihan kantin sekolah.

‎Plt Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd., bersama jajaran telah mendatangi pihak sekolah dan yayasan untuk melakukan klarifikasi. Pihaknya juga menjenguk para siswa yang sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit As-Sakinah.

‎”Per hari ini,kondisi para siswa dilaporkan semakin membaik. Sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang, dan kini tersisa satu siswa yang masih menjalani rawat inap di RS As-Sakinah. Diperkirakan dapat segera kembali ke rumah dalam satu atau dua hari ke depan,” ujar Netti. Senin (10/8/2026).

‎Netti mengapresiasi penanganan cepat dari pihak yayasan dan sekolah yang sigap berkoordinasi dengan orang tua serta mendata korban.

‎Pihak yayasan juga berkomitmen menanggung penuh seluruh biaya perawatan medis bagi korban yang tidak terakomodasi oleh BPJS Kesehatan, serta menyiagakan guru secara bergantian untuk mendampingi orang tua siswa di rumah sakit.

‎Terbitkan Edaran Pengetatan Kantin
‎Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Dinas Dikbud Sidoarjo bakal menerbitkan Surat Edaran (SE) susulan mengenai pengetatan aturan keamanan pangan di lingkungan sekolah.

‎Melalui edaran tersebut, seluruh satuan pendidikan diimbau meningkatkan koordinasi dengan Puskesmas terdekat di wilayah masing-masing untuk melakukan pendampingan pengawasan makanan.

‎”Kami meminta pendampingan Puskesmas dalam memilah jajanan yang diperbolehkan di kantin sekolah, serta memastikan standar tata cara penyimpanan makanan dan kebersihan kantin sesuai dengan panduan kesehatan,” tegas Netti.

‎Tak Berkaitan dengan Program MBG
‎Dalam kesempatan tersebut, Netti juga meluruskan spekulasi yang beredar di masyarakat terkait penyebab insiden tersebut. Pihaknya memastikan kasus dugaan keracunan ini tidak ada kaitannya dengan program pemerintah pusat.

‎”Saya juga mengklarifikasi bahwa kejadian dugaan keracunan ini tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat sekolah yang bersangkutan bukan merupakan penerima manfaat program tersebut,” pungkasnya.(RK).