Sidoarjo, urnal9.tv — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sidoarjo menggelar Jambore Kader PKK 2026 di Alun-Alun Paseban Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jawa Timur. Jumat (7/8/2026). Ajang tahunan yang berlangsung pada 6–7 Agustus 2026 ini diikuti oleh perwakilan kader dari tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.

‎Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., serta dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, dan Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo.

‎Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa PKK memiliki peran penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat masyarakat, mulai dari penanganan stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga pengembangan UMKM berbasis keluarga.

‎”Jambore ini menjadi wadah pembelajaran, saling berbagi inspirasi, dan ajang evaluasi. Semangat dari kegiatan ini kita harapkan bisa dibawa pulang ke desa dan kelurahan masing-masing agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Subandi.

‎Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berjanji akan terus memberikan fasilitas ruang publik, seperti kawasan Paseban Alun-Alun, sebagai area promosi dan pemasaran produk-produk UMKM karya kader PKK secara berkelanjutan.

‎Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, menjelaskan bahwa Jambore Kader PKK tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga momentum evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di wilayah Sidoarjo.

‎Dalam ajang ini, diselenggarakan berbagai perlombaan interaktif yang melibatkan empat Kelompok Kerja (Pokja) PKK:
· ‎Pokja 1: Lomba Simulasi PAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital).
· ‎Pokja 2: Lomba Bazar UMKM.
· ‎Pokja 3: Lomba Daur Ulang Pakaian dan Kreasi Olahan Pangan Lokal (Kelor/Puyuh).
· ‎Pokja 4: Balita Sehat Makan Dewan (Pemberian Makanan Tambahan/Gizi).
· ‎Kategori Hiburan: Lomba Joget Kader PKK yang diikuti 16 kader perwakilan dari tiap kecamatan.

‎Pada kesempatan yang sama, TP PKK Kabupaten Sidoarjo menerbitkan kebijakan baru terkait penanganan sampah plastik. Seluruh tamu undangan dan peserta dibagikan suvenir berupa tumbler (botol minum) sebagai langkah awal gerakan ramah lingkungan.

‎Mulai bulan depan, seluruh kader dan peserta kegiatan PKK di Kabupaten Sidoarjo resmi dilarang membawa kemasan air minum sekali pakai dan diwajibkan membawa tumbler masing-masing.

‎”Melihat tumpukan sampah di Kabupaten Sidoarjo yang luar biasa, kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi sampah plastik secara bertahap. Meskipun dimulai dari langkah kecil, jika dilakukan secara masif hingga tingkat desa, dampaknya akan sangat terasa,” terang Sriatun.

‎Di luar agenda internal PKK, Bupati Subandi juga menyoroti maraknya peredaran minuman keras (miras) ilegal di Sidoarjo yang dijual secara terbuka menyerupai minimarket.

‎Subandi menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo bersama Forkopimda berkomitmen memberantas peredaran miras tanpa toleransi. Dalam dua hari operasi penindakan gabungan, petugas berhasil menyita lebih dari 3.400 botol miras.

‎”Hari ini Bupati dan Forkopimda hadir perang melawan miras. Baru dua hari sidak, hari pertama didapat 850 botol, dan besoknya 2.600 botol,” tegasnya.

‎Selain itu, Pemkab Sidoarjo mengimbau para kader PKK dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak di era digital guna mengantisipasi ketergantungan gawai serta ancaman penyalahgunaan narkoba dan miras sejak usia dini.(RK).