Lamongan, jurnal9.tv – Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Lamongan kembali menggebrak dengan menggelar dua kejuaraan sekaligus: Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) dan Bupati Open 2026. Ajang yang dihelat selama sepekan di GOR Lamongan ini menjadi panggung pembinaan sekaligus wadah unjuk gigi bagi ribuan atlet muda.
Ketua Pengcab PBSI Lamongan, Dirham Akbar Aksara, mengungkapkan bahwa Kejurkab difokuskan khusus untuk menjaring dan membina talenta lokal Lamongan. Ajang ini diproyeksikan sebagai batu loncatan menuju kompetisi bergengsi seperti Kejurprov, Porprov, hingga Kejurnas.
Di sisi lain, Bupati Open menyajikan tensi persaingan yang lebih sengit karena membuka pintu bagi peserta dari luar daerah. Dirham menyebut kehadiran kompetisi terbuka ini krusial untuk menggembleng mental bertanding sekaligus mengukur peta kekuatan atlet lokal.
”Tahun ini Kejurkab mempertandingkan 18 nomor dan Bupati Open 20 nomor. Total pesertanya lebih dari 1.000 atlet, dengan Bupati Open mencapai lebih dari 700 peserta dari berbagai daerah,” terang Dirham, Kamis (6/8/2026).
Dirham menambahkan, turnamen yang memasuki tahun kedua ini merupakan langkah strategis PBSI Lamongan dalam mendongkrak kualitas pembinaan. Tak hanya rutin memutar roda kompetisi, pihaknya juga tengah mendorong peningkatan infrastruktur bulu tangkis berstandar nasional agar Lamongan siap menggelar ajang berskala nasional di masa depan.
”Dengan kompetisi rutin, pengalaman bertanding, dan fasilitas yang semakin baik, kami optimistis mampu melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di level nasional,” ujarnya optimistis.
Langkah konsisten PBSI Lamongan ini mendapat apresiasi positif dari Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Menurutnya, ajang seperti ini sangat efektif untuk mengasah jam terbang para calon atlet potensial.
”Selain sebagai wadah silaturahmi, Kejurkab ini menambah jam terbang bagi calon-calon atlet maupun atlet yang akan terus meningkatkan prestasinya,” tutur Yuhronur.
Ia pun berharap ajang serupa bisa lebih sering bergulir di Lamongan agar iklim olahraga menepok bulu ini semakin hidup dan terus memotivasi generasi muda untuk mengukir prestasi.



