Makkah, jurnal9.tv – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menghentikan kebiasaan memberikan uang tip kepada sopir bus Shalawat selama berada di Tanah Suci.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menegaskan bahwa seluruh biaya layanan transportasi telah dibayar penuh oleh pemerintah melalui kontrak resmi dengan pihak perusahaan penyedia di Arab Saudi.
“Tidak perlu memberi tip karena mereka adalah sopir yang sudah dibayar oleh perusahaan,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan memberikan tip berpotensi menimbulkan standar pelayanan yang tidak merata, bahkan dapat memicu ketergantungan sopir terhadap pemberian tambahan dari jemaah.
PPIH menilai, dana yang dimiliki jemaah sebaiknya dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat, termasuk sedekah pada tempat yang tepat.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk memahami sistem transportasi bus Shalawat yang telah diatur secara terintegrasi. Setiap jemaah dibekali Kartu Rute berwarna sebagai penunjuk jalur bus yang harus digunakan dari hotel menuju Masjidil Haram.
“Kartu rute harus selalu dibawa. Jemaah cukup mencocokkan warna dan nomor dengan bus yang tersedia,” jelas Syarif.
Kartu tersebut menjadi panduan utama agar jemaah tidak salah naik bus, sekaligus membantu menjaga ketertiban operasional transportasi di Makkah.
PPIH juga mengimbau jemaah untuk saling mengingatkan apabila terdapat kesalahan rute, sehingga sistem transportasi dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Dengan disiplin mengikuti aturan dan tidak memberikan tip, diharapkan layanan transportasi haji dapat berlangsung lebih tertib, profesional, dan merata bagi seluruh jemaah.




