Pasuruan, Jurnal9.tv – Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan meresmikan puluhan perpustakaan ramah anak yang merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Acara peresmian dua sekolah dasar, di Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Bangil, diwarnai penampilan siswa siswi berbakat.

Perpustakaan ramah anak yang merupakan program Kemendikdasmen disambut antusias oleh lembaga sekolah yang berada di Kabupaten Pasuruan.

Program ini merupakan gelombang ketiga di wilayah Kabupaten Pasuruan dengan jumlah yang ikut berpartisipasi sekitar 700 lembaga. Namun yang masuk seleksi hanya 41 lembaga.

Dua sekolah dasar negeri di Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Bangil, masuk dalam seleksi tersebut yakni SDN Kiduldalem 1 dan SDN Kiduldalem 3.

Peresmian kedua sekolah tersebut dilakukan secara bergantian oleh Rika Wenny, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan. Turut hadir, pengawas pendamping dan korwil kecamatan.

Perpustakaan ramah anak hadir dengan tujuan meningkatkan minat baca anak. Untuk itu, melalui beberapa tahapan lokakarya dan pendampingan, perpustakaan yang nyaman dan ceria dapat terwujud.

Rika Wenny sangat mengapresiasi hasil dari kerjasama antara pustaka, guru, dan wali murid. Sehingga dengan waktu yang singkat, 2 sekolah tersebut mampu menghadirkan perpustakaan dengan konsep menyenangkan dan bacaan sesuai dengan usia anak.

Acara peresmian diwarnai penampilan siswa-siswi berbakat yang menampilkan tari-tarian seperti tari Remo dan Dolanan.

Dengan hadirnya perpustakaan ramah anak, diharapkan anak-anak gemar membaca sehingga mampu meningkatkan literasi, kreativitas, serta mampu menjadi calon pemimpin yang bijak.

“Sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini. Semoga perpustakaan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bisa berliterasi, terus mengembangkan ilmunya, bisa berwawasan melaui buku yang dibaca. Buku yang tersedia adalah buku bacaan yang bermutu yang memang program khusus dari Kemendikdasmen
semoga makin banyak yang mengikuti jejak seperti ini. Sehingga
anak-anak kerasan di perpustakaan,” ungkap Rika.