Madinah, jurnal9.tv – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia untuk selalu menjaga dan membawa Kartu Nusuk selama berada di Tanah Suci. Kartu tersebut menjadi syarat utama dalam berbagai proses layanan, termasuk akses ke sejumlah lokasi ibadah.
Wakil Kepala PPIH Arab Saudi, Ilham Efendi menegaskan, Kartu Nusuk berfungsi sebagai identitas resmi jemaah sekaligus “kartu sakti” yang memuat seluruh data penting. Mulai dari identitas pribadi, riwayat kesehatan, hingga informasi keberangkatan, semuanya terintegrasi dalam kartu berbasis smartcard tersebut.
“Kalau kartu ini hilang, jemaah tidak akan bisa mengakses sejumlah layanan, bahkan bisa terhambat saat masuk ke area penting seperti Raudhah di Madinah maupun saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” kata Ilham Efendi.
Ia menjelaskan, pemeriksaan terhadap Kartu Nusuk akan dilakukan secara ketat. Karena itu, jemaah diminta untuk selalu mengenakan kartu tersebut yang telah dilengkapi dengan kalung agar tidak mudah tercecer.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk tidak membawa barang-barang yang dapat memperlambat proses pemeriksaan, terutama saat melalui area imigrasi atau pemeriksaan keamanan. Hal ini penting agar tidak mengganggu kenyamanan jemaah lain yang berada dalam satu rombongan atau bus.
PPIH juga terus melakukan sosialisasi secara intensif kepada jemaah sejak di Tanah Air agar memahami pentingnya Kartu Nusuk. Tujuannya agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar tanpa hambatan administratif.
Jika Kartu Nusuk hilang, jemaah diminta segera melapor kepada petugas sektor. Proses penerbitan ulang atau re-issue memang membutuhkan waktu, sehingga pelaporan cepat sangat diperlukan.
“Begitu hilang jangan diam, segera laporkan. Petugas akan membantu proses penerbitan ulang melalui pihak syarikah,” tambahnya.
Dengan sistem digital yang terintegrasi dalam Kartu Nusuk, petugas juga dapat dengan mudah melacak posisi jemaah yang tersasar atau memberikan penanganan cepat jika jemaah mengalami kondisi darurat kesehatan.
PPIH berharap seluruh jemaah dapat lebih disiplin dan fokus menjalankan ibadah, serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan demi kenyamanan bersama di Tanah Suci.




