Lamongan, jurnal9.tv — Konsistensi Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lamongan dalam merawat identitas dan melestarikan budaya lokal mendapat apresiasi tinggi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan secara resmi memberikan penghargaan kepada Fatayat NU Lamongan atas dedikasinya mendokumentasikan kekayaan budaya lewat riset di 15 kecamatan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, kepada Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Maslahatul Ummah. Penyerahan ini berlangsung di tengah kemeriahan acara Parade Kebangsaan garapan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Alun-Alun Kota Lamongan, Sabtu (5/9/2026) malam.
Apresiasi ini diberikan secara khusus atas karya monumental Fatayat NU Lamongan berupa buku bertajuk “Merawat Warisan Bumi Lamongan”. Karya ini bukan sekadar catatan biasa, melainkan hasil penelitian komprehensif yang menggali potensi tradisi, seni, dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat Lamongan.
Ketua PC Fatayat NU Lamongan, Dewi Maslahatul Ummah, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi tambahan energi bagi organisasi untuk terus menebar manfaat. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan bentuk nyata khidmah (pengabdian) Fatayat NU kepada masyarakat luas.
“Bagi kami, budaya bukan sekadar warisan masa lalu yang cukup untuk dikenang. Budaya adalah identitas, sumber pengetahuan, sekaligus kekayaan yang harus terus dirawat dan dikembangkan. Melalui riset dan buku ini, kami ingin kekayaan budaya Lamongan dapat terdokumentasi dan semakin dikenal, khususnya oleh generasi muda,” tegas Dewi usai menerima penghargaan.
Dewi menambahkan, proses penelitian dengan pendekatan by research ini sekaligus menjadi medium pembelajaran bagi para kader Fatayat NU untuk lebih dekat dengan realitas kehidupan masyarakat di berbagai wilayah di Lamongan.
Ke depan, karya literasi budaya ini diharapkan tidak berhenti sekadar menjadi bahan bacaan, melainkan mampu menjadi pijakan awal bagi gerakan pelestarian secara masif. Fatayat NU mendorong terciptanya ruang kolaborasi yang melibatkan organisasi masyarakat, pemerintah daerah, komunitas seni, akademisi, dan generasi muda.
Langkah strategis ini sejalan dengan visi kepengurusan Fatayat NU Lamongan periode 2025–2030, yang tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga mendorong para kader untuk proaktif turun tangan mengatasi persoalan sosial, seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.




