Surabaya, jurnal9.tv – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Yayasan Harika untuk Kemanusiaan menggelar Safari Haji Sosialisasi Literasi Keuangan Haji & Workshop Program Dai Sejuta Mimbar di SMA IT Al Uswah Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/9).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pentingnya kesiapan berhaji kepada generasi muda sejak usia dini, khususnya melalui pemahaman mengenai literasi dan perencanaan keuangan haji. Pada saat yang sama, generasi muda juga diajak melihat ruang digital sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui Program Dai Sejuta Mimbar.
Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Muamalat Indonesia dan SMA IT Al Uswah Surabaya. Sinergi tersebut mempertemukan lembaga pengelola keuangan haji, lembaga riset, lembaga pendidikan, perbankan syariah, dan gerakan dakwah digital dalam satu ruang edukasi bagi generasi muda.
Haji Muda Dimulai dari Perencanaan
Safari Haji di Surabaya membawa pesan bahwa cita-cita berhaji dapat mulai dipersiapkan sejak usia muda. Selain kesiapan spiritual, generasi muda perlu memiliki pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan dan membangun perencanaan jangka panjang.
Literasi keuangan haji menjadi salah satu fondasi dalam proses tersebut. Kebiasaan menabung, disiplin mengelola keuangan, serta kemampuan menyusun prioritas keuangan perlu dibangun sejak dini agar cita-cita berhaji tidak hanya menjadi keinginan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rencana yang konkret.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, S.H., M.H., LL.M., menekankan pentingnya membangun komitmen tersebut sejak usia muda.
“Haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang membangun komitmen jangka panjang melalui perencanaan keuangan yang disiplin. Semakin dini memulai, semakin besar peluang generasi muda mewujudkan cita-cita berhaji,” ujar Harry Alexander.
Ia menambahkan, dengan masa tunggu haji yang panjang di sejumlah daerah, keputusan untuk mendaftar dan mempersiapkan haji sejak usia muda memiliki nilai strategis. Karena itu, peningkatan literasi pengelolaan keuangan haji perlu menjadi bagian dari edukasi kepada generasi muda agar kesiapan spiritual berjalan seiring dengan kesiapan finansial.
Mendekatkan Literasi Keuangan Haji dengan Generasi Muda
Pesan mengenai pentingnya kesiapan haji tersebut diperkuat melalui sesi Talkshow Literasi Keuangan Haji dan Workshop Dai Sejuta Mimbar. Sesi ini menghadirkan, Arsoyo Darsono (Kepala Divisi Kerja Sama Layanan Haji BPKH); Syuhelmaidi Syukur, Ak., CA. (Ketua Yayasan Harika untuk Kemanusiaan); Rizky Prayogo Ramadhan, S.E., M.Si (Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional); serta Muhammad Mundzir (Senior Branch Manager – Surabaya Undaan Branch Jatim, Bali dan Nusra).
Para narasumber memberikan perspektif dari berbagai bidang, mulai dari layanan dan ekosistem haji, peran gerakan sosial dan dakwah, karakteristik generasi muda, hingga literasi dan perencanaan keuangan syariah.
Sesi talkshow dipandu oleh Fatchul Wachid, salah satu founder Gerakan Dai Sejuta Mimbar. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berdialog langsung dengan para narasumber.
Mimbar Dakwah Berpindah ke Ruang Digital
Selain berbicara mengenai kesiapan berhaji, kegiatan ini juga memperkenalkan Program Dai Sejuta Mimbar sebagai ruang partisipasi generasi muda dalam dakwah di era digital. Perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda berkomunikasi dan memperoleh informasi. Ruang dakwah pun tidak lagi terbatas pada mimbar secara fisik, tetapi berkembang ke berbagai platform digital yang menjadi bagian dari keseharian anak muda.
Program Dai Sejuta Mimbar mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penerima pesan dakwah, tetapi juga menjadi penyampai pesan kebaikan melalui konten digital. Pesan-pesan keislaman dapat dikemas secara kreatif, inspiratif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membuka ruang bagi generasi muda untuk ikut menyampaikan berbagai pesan positif, termasuk pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak usia muda, melalui bahasa, kreativitas, dan platform yang dekat dengan kehidupan mereka.
Membangun Generasi Muda yang Siap Berhaji dan Berdakwah
Safari Haji dan Literasi Keuangan Haji di SMA IT Al Uswah Surabaya menunjukkan bahwa edukasi haji kepada generasi muda dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Kolaborasi BPKH, BRIN, Yayasan Harika untuk Kemanusiaan, Bank Muamalat Indonesia, dan SMA IT Al Uswah Surabaya diharapkan dapat memperluas ruang edukasi mengenai kesiapan haji sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam dakwah digital.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki cita-cita untuk berhaji, tetapi juga mulai memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak dini melalui perencanaan keuangan yang baik. Di sisi lain, generasi muda juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, moderat, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan demikian, Safari Haji menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda Indonesia yang memiliki kesiapan spiritual, kesiapan finansial, sekaligus kompetensi digital, generasi yang siap mewujudkan cita-cita berhaji sekaligus mengambil peran dalam menyebarkan kebaikan di ruang digital.
Melalui Safari Haji, BPKH terus mendorong agar ikhtiar menuju Baitullah dimulai sejak dini. Bukan hanya dengan mempersiapkan hati, tetapi juga dengan membangun literasi, merencanakan keuangan, dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Sebab, perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar tentang kapan berangkat, tetapi tentang bagaimana kita memulai ikhtiarnya.




