Surabaya, jurnal9.tv – Titik terang aksi pengeroyokan dan pembacokan berat yang menimpa dua anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di kawasan Tegalsari, Surabaya, mulai terkuak.
Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya mengonfirmasi telah mengantongi bukti krusial berupa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang merekam jelas detik-detik peristiwa di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP David Manurung, mengungkapkan bahwa rekaman video tersebut sangat membantu dan memperlancar proses penyelidikan timnya untuk melacak serta mengejar para pelaku yang terlibat.
“Berdasarkan alat bukti rekaman video CCTV yang didapatkan oleh penyidik, itu memperlancar proses pengungkapan kita. “Kata AKBP David Manurung saat memberikan keterangan pada wartawan di sela audiensi dengan perwakilan massa PSHT pada jumat 31/07
Sejauh ini, pihak kepolisian telah mengidentifikasi setidaknya ada dua orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam tindak pidana kekerasan secara bersama-sama. Hal itu berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.
Dalam kasus ini, kini pihak penyidik sudah menetapkan satu orang tersangka dan langsung melakukan penahanan. Sedangkan satu pelaku lainnya masih diburu atau berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Penetapan dua pelaku tersebut, kata David, didasarkan pada rangkaian alat bukti yang berhasil dihimpun penyidik.” Tegas David
Saat ini, tim Satreskrim Polrestabes Surabaya masih terus bergerak di lapangan untuk membekuk pelaku yang identitasnya telah dikantongi.
Berdasarkan hasil pendalaman berkas perkara oleh tim penyidik, insiden berdarah yang menimpa korban saat sedang bertugas sebagai petugas valet di sebuah tempat hiburan malam tersebut dipicu oleh perselisihan terkait penarikan kendaraan. Kejadian bermula dari cekcok mulut di lokasi antara korban dan sekelompok oknum yang diduga kuat berkedok debt collector. Gesekan makin memanas ketika pelaku memaksakan penarikan unit kendaraan tersebut hingga berujung pada aksi kekerasan fisik.
Diketahui buntut dari aksi premanisme dari DC tersebut, ratusan massa anggota PSHT menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Surabaya jumat 31/07. Dengan mengenakan pakaian serba hitam khas organisasi, massa hadir menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, hingga mobil komando untuk menyuarakan penolakan keras terhadap segala bentuk premanisme dan tindakan sewenang-wenang debt collector di Kota Pahlawan.
Aksi solidaritas tersebut berlangsung riuh namun kondusif, dimana perwakilan massa menyampaikan tuntutan mereka secara langsung dalam sesi audiensi bersama jajaran impinan Polrestabes Surabaya. (Tok)




