Sidoarjo, Jurnal9.tv – Memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Yayasan Mazroatul Akhiroh Desa Panggreh, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, kembali menggelar kegiatan sosial berupa santunan bagi anak yatim dan piatu. Agenda tahunan yang dipusatkan di Lapangan Gelora Singoloyo ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang telah berjalan konsisten selama 23 tahun terakhir.
Kepala Desa Panggreh, H. Muchamat Zainul, mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat pada periode ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, dari 82 anak menjadi 83 anak.
”Tahun ini total ada 83 anak yatim dan piatu yang menerima santunan. Rinciannya, 10 anak yatim piatu menerima masing-masing Rp 2.500.000, sedangkan 73 anak lainnya menerima masing-masing Rp 2.250.000,” ujar Zainul saat memberikan keterangan pada Ahad (14/6/2026).
Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam program ini adalah kemandirian anggarannya. Dana santunan dihimpun secara swadaya oleh pengurus RT setempat dari sumbangan sukarela warga setiap bulan. Selain itu, program ini didukung oleh 61 donatur tetap yang menyalurkan bantuan secara rutin melalui sistem transfer bank.
Ketua Yayasan Mazroatul Akhiroh, Ustadz Suhariyono, menambahkan bahwa kepedulian masyarakat menjelang hari pelaksanaan sangat tinggi. Pihaknya mencatat adanya dana dadakan atau bantuan spontan yang masuk hingga mencapai puluhan juta rupiah.
”Alhamdulillah, tahun ini kami juga menerima dana dadakan hingga lebih dari Rp 60 juta. Seluruh dana tersebut telah kami distribusikan langsung kepada anak-anak pada Sabtu malam kemarin di Balai Desa,” kata Suhariyono.
Mengingat momentum santunan ini bertepatan dengan mulainya tahun ajaran baru, Suhariyono mengimbau kepada para ibu atau wali murid untuk menggunakan bantuan dana tersebut secara bijak. Pemerintah desa dan pihak yayasan berharap uang yang diterima diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan sekolah dan kenaikan kelas.
”Harapan kami, santunan ini dapat memberikan rasa bahagia dan kesetaraan bagi anak-anak yatim piatu agar mereka tidak merasa berkekurangan dibandingkan anak-anak lainnya. Semoga momentum 1 Muharram ini membawa keberkahan, kerukunan, dan kemajuan bagi warga Desa Panggreh,” pungkasnya.
Acara puncak yang berlangsung khidmat pada malam hari tersebut turut dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Jabon, Pemerintah Desa, BPD, tokoh masyarakat, serta diisi oleh tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh ulama asal Surabaya, KH. A’ad Ainurussalam.(RK)


