Surabaya, jurnal9.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melepas 127 siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua yang telah menyelesaikan pendidikan di berbagai SMA dan SMK di Jawa Timur. Para siswa yang lulus pada 2026 itu akan kembali ke daerah asal masing-masing setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.

Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Senin (8/6/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung pemerataan akses pendidikan bagi pelajar dari Papua melalui program afirmasi.

Mewakili Gubernur Jawa Timur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, mengatakan para lulusan ADEM Papua diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang membawa perubahan bagi daerah asalnya.

“Harapan Ibu Gubernur, setelah kembali ke daerah masing-masing, kalian dapat menjadi pemimpin-pemimpin Papua, bahkan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan,” ujar Imam.

Menurutnya, Program ADEM Papua tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pengembangan sumber daya manusia dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Ia juga mendorong para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berbagai program beasiswa, seperti Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN), hingga jalur pendidikan kedinasan, disebut telah tersedia bagi para alumni.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan Jawa Timur, Mudianto, menjelaskan saat ini terdapat 440 siswa ADEM Papua yang menempuh pendidikan di Jawa Timur.

Jumlah tersebut terdiri atas 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang dinyatakan lulus pada 5 Mei 2026. Dari total lulusan tersebut, sejumlah siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sedangkan lainnya melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa ADik.

“Dari 135 siswa yang lulus, sebanyak 127 siswa dipulangkan ke daerah asal dengan pendampingan 10 orang pembimbing. Delapan siswa lainnya telah kembali lebih dahulu karena mengikuti proses rekrutmen TNI, Polri, maupun pendidikan kedinasan,” kata Mudianto.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan siswa ADEM Papua, Yazinta Kaipman dari SMAN 1 Kejayan, Kabupaten Pasuruan, menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar yang diberikan selama menempuh pendidikan di Jawa Timur.

Ia mengaku pengalaman belajar di Jawa Timur memberikan banyak pelajaran, termasuk mengenal keberagaman budaya Indonesia secara langsung.

“Awalnya kami takut karena harus jauh dari orang tua. Tetapi ketika datang ke sini, kami disambut dengan penuh kebahagiaan. Saya merasakan sendiri bahwa masyarakat Jawa Timur menerima kami sebagai keluarga,” ujarnya.

Program ADEM Papua merupakan salah satu program afirmasi pendidikan yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi pelajar dari wilayah Papua. Melalui program tersebut, siswa memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di berbagai sekolah menengah di Jawa Timur sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.