Pasuruan, Jurnal9.tv – Pelantikan PCNU Bangil masa khidmat 2026-2031 diselenggarakan di Graha NU, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Minggu siang (08-06-2026). Acara tersebut dihadiri Rois Aam dan Ketua Umum PBNU.

Puluhan Pengurus PCNU Bangil dilantik KH. Misbachul Munir, Wakil Khatib Syuriyah PWNU Jawa Timur. Dilanjutkan pelantikan Ketua Lembaga se Cabang Bangil oleh Rois Syuriyah PCNU Bangil.

KH. Miftachul Akhyar, Rois Aam PBNU dalam taujihadnya menjelaskan pentingnya pembaiatan. Pada masa Rasulullah pelantikan atau baiat sebagai bentuk kesungguhan, serta peningkatan energi spiritual.

Beliau juga menjelaskan banyaknya tantangan dan rintangan yang dihadapi Nahdlatul Ulama, untuk itu diharapkan agar meningkatkan kewaspadaan.

KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, memberi pengarahan agar NU bukan hanya menyesuaikan tapi mengantisipasi apa yang menjadi perkembangan zaman. Untuk itu, NU harus terus beradaptasi tanpa meninggalkan pokok utama jamiyah nahdlatul ulama. Karena kemampuan bertahan tergantung pada kemampuan beradaptasi.

NU diantara banyaknya organisasi yang mampu bertahan dan lebih besar hingga saat ini. Dari hasil survei tahun 2025 NU berkembang 27℅ di seluruh Indonesia. Tahun 2010 meningkat 47℅, hingga 2024 mencapai 57,2℅. Ini hasil kemampuan NU beradaptasi dengan keadaan.

Beliau juga menjelaskan bahwa PCNU Bangil harus mengembangkan Platform Digdaya NU (Digitalisasi Data dan Layanan NU) hingga ke ranting. Digdaya NU diluncurkan PBNU dengan tujuan menciptakan transparasi dan transformasi digital di seluruh ekosistem.

Kyai Yahya menambahkan, NU didirikan dari konsolidasi ekosistem pesantren diantaranya kyai, santri, masyarakat, dan berbagai jaringan yang terhubung. Sebanyak 28 ribu pesantren se Indonesia berafiliasi terhadap Nahdlatul Ulama. Diharapkan PCNU Bangil bisa mengafiliasi 67 pesantren di Bangil.

“Pesan saya PCNU harus melakuakan akselerasi pelatihan kader. Karena belum pernah dilakukan sebelumnya. Kemudian segera terlibat aktif dalam perluasan Digdaya NU sampai ke tingkat ranting.”

Menanggapi adanya pelatihan kader, H. Eddy Supriyanto, Ketua PCNU Bangil, mejelaskan “Saat periode sebelumnya sudah melaksanakan pengkaderan tentang PKPNU. Sudah berjalan sampai angkatan lebih dari 30 bahkan 100. Tapi pada saat karteker, memamg tidak ada kegiatan sama sekali. Kemudian ada pembatasan dari PBNU karena perubahan kurikulum. Setelah ini, kami akan melakukan pengkaderan. Sementara kader yang sudah melakukan pelatihan lebih dari 2.500 di 6 MWC.”

H. Eddy menambahkan usai pelantikan, pihaknya akan melakukan musker untuk membahas program prioritas seperti dakwah, pendidikan, perekonomian dan kesehatan. Bidang dakwah rencananya akan melakukan pelatihan untuk Da’i Muda sehingga bisa ditujukan ke desa untuk mengembangkan kegiatan keagamaan.

Sementara program super prioritas, PCNU Bangil telah mendirikan badan usaha milik NU, yang diawali dengan launching air mineral dalam kemasan botol.