Sumenep, jurnal9.tv – SDN Poteran 1 resmi membuka Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PPRAN) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya membaca dan meningkatkan literasi siswa melalui keterlibatan sekolah dan keluarga.

Pembukaan program dihadiri guru, wali murid, pendamping program, serta Koordinator Lapangan Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional Kabupaten Sumenep.

Kepala SDN Poteran 1, Sa’duki, mengatakan bahwa perpustakaan ramah anak diharapkan menjadi ruang belajar yang aktif dan menyenangkan bagi siswa. Ia juga menekankan pentingnya dukungan wali murid agar kebiasaan membaca anak tidak hanya tumbuh di sekolah, tetapi juga di rumah.

Menurutnya, kerja sama antara sekolah dan orang tua menjadi kunci agar program literasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Usai memberikan sambutan, Sa’duki mengajak para wali murid untuk melihat langsung fasilitas perpustakaan ramah anak yang telah disiapkan sekolah, mulai dari koleksi buku berjenjang hingga ruang baca siswa.

Pendamping program, Imam Bukhari, menjelaskan bahwa Program Perpustakaan Ramah Anak merupakan bentuk kolaborasi antara ProVisi Education, Kemendikdasmen, dinas pendidikan, dan sekolah. Ia menyebut pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan daring.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya pada tahap peresmian, tetapi juga ditentukan oleh konsistensi sekolah dalam menjalankan kegiatan literasi setelah pembukaan.

“Membangun perpustakaan mungkin bisa dilakukan dalam waktu singkat, tetapi menjaga agar tetap hidup dan aktif itulah tantangan sebenarnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Imam Bukhari juga menjelaskan sejumlah komponen perpustakaan ramah anak, seperti jadwal kunjungan perpustakaan, pembiasaan membaca, jenjang buku sesuai kemampuan siswa, hingga aktivitas rutin literasi di sekolah.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional Kabupaten Sumenep, Moh Syaiful Bahri, mengapresiasi komitmen SDN Poteran 1 yang telah menjalankan seluruh tahapan program hingga tahap pembukaan.

Ia berharap perpustakaan ramah anak dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan literasi dan tidak berhenti pada acara seremonial semata.

Bahri juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung budaya membaca anak. Menurutnya, siswa nantinya dapat meminjam buku dari perpustakaan untuk dibaca di rumah, sehingga keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak menjadi sangat penting.

“Perpustakaan ramah anak ini bukan hanya milik sekolah, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk membangun kebiasaan membaca anak-anak,” ujarnya.

Melalui program tersebut, SDN Poteran 1 diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih ramah, aktif, dan mendukung tumbuhnya budaya literasi di kalangan siswa.