Surabaya, jurnal9.tv – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi, mengajak masyarakat untuk tetap arif dalam menyampaikan aspirasi di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus bergerak saat ini. Ia meminta publik tidak gampang terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang viral di media sosial.

Menurut wakil rakyat dari Dapil Mojokerto-Jombang tersebut, deretan peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya harus menjadi cermin bersama agar masyarakat tidak lagi terperangkap dalam provokasi yang malah memunculkan masalah baru.

“Jangan sampai kita melawan lupa terhadap apa yang pernah terjadi. Ini menjadi perhatian kita semua. Masyarakat jangan sampai terbawa kabar bohong atau informasi sesat yang beredar di media sosial,” ujar Sumardi.

Politisi Fraksi Golkar DPRD Jatim itu menilai masyarakat perlu lebih teliti dalam merespons setiap informasi dari berbagai sumber. Setiap informasi, ucap dia, wajib disaring dan ditelaah dulu sebelum dipercaya serta disebarluaskan.

“Kita harus lebih bijak. Pengalaman-pengalaman sebelumnya harus menjadi pelajaran dalam mencermati perkembangan yang ada. Informasi dari berbagai pihak harus betul-betul diperhatikan dan diverifikasi,” katanya.

Ia mengingatkan informasi yang tidak akurat berpotensi memicu keributan dan konflik sosial. Karena itu, semua elemen masyarakat diharapkan ikut berperan menjaga suasana agar tetap kondusif.

“Jangan sampai akhirnya menimbulkan persoalan baru yang berujung pada provokasi dan menjadi masalah seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Kita harus menjaga bersama-sama,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sumardi juga menyoroti ramai pembahasan publik soal kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM. Menurutnya, kebijakan itu tidak bisa dipisahkan dari situasi global yang sampai sekarang masih memengaruhi perekonomian nasional.

Ia memaparkan pergerakan harga BBM selama ini sangat tergantung pada naik-turunnya harga minyak dunia. Berbeda dengan beberapa tahun lalu yang fluktuasinya relatif stabil, kini dinamika pasar energi global berjalan sangat cepat dan tidak menentu.

“Kalau saya melihat, kenaikan BBM ini mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Kondisi global beberapa waktu terakhir memang belum sepenuhnya stabil sehingga berdampak pada banyak sektor,” ujarnya.

Meski begitu, Sumardi berharap pemerintah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal negara dengan daya beli masyarakat. Menurutnya, kebijakan energi harus tetap mempertimbangkan kemampuan rakyat agar tidak menambah beban ekonomi warga.

Ia optimistis jika kondisi global membaik dan harga energi dunia kembali stabil, maka dampak positifnya juga akan terasa di dalam negeri, termasuk pada harga BBM.

“Kalau kondisi global sudah lebih baik dan biaya operasional energi bisa terkendali, tentu ke depan ada peluang penyesuaian yang lebih ringan. Kita berharap situasi internasional semakin kondusif sehingga tidak memberikan tekanan yang besar kepada masyarakat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Sumardi kembali mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi secara santun, sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan kepentingan bersama.

“Silakan menyampaikan aspirasi, itu hak setiap warga negara. Tetapi lakukan dengan bijak, jangan mudah terprovokasi, dan tetap menjaga ketertiban serta persatuan,” pungkasnya.