Gresik, jurnal9.tv – Seniman asal Kabupaten Gresik, Achmad Feri, resmi terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia yang akan memamerkan karyanya dalam ajang internasional ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026 di Jerman.

Pameran berskala global ini dijadwalkan berlangsung pada 11–13 September 2026 mendatang di RheinMain CongressCenter, Wiesbaden.

Lulusan Seni Rupa Universitas Surabaya yang juga berprofesi sebagai desainer perhiasan sejak 1996 ini menjadi satu-satunya perupa asal Gresik yang lolos seleksi.

Achmad Feri masuk dalam daftar tahap akhir kurasi Program TERCIDUK 1 yang diusung oleh Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP), sebuah inisiatif kuratorial independen berbasis di Frankfurt am Main, Jerman.

Achmad Feri terpilih lantaran konsistensinya dalam mengangkat kekayaan budaya Indonesia ke dalam visual seni kontemporer. Dalam ajang ini, ia memboyong lukisan bertajuk “Sugriwa Subali” (1994), sebuah karya bermedia akrilik di atas kanvas.

Lukisan tersebut menyajikan tafsiran ekspresif mengenai kisah saudara kera legendaris dari pewayangan Jawa. Melalui sapuan warna yang dinamis dan kontras yang dramatis, karyanya mengeksplorasi narasi persaudaraan, konflik, keberanian, hingga kesetiaan.

“Bagi saya, seni adalah cara untuk menginspirasi, memelihara budaya, dan menciptakan hubungan yang bermakna melalui kreativitas,”ujar Achmad Feri saat memberikan tanggapan atas terpilihnya karya tersebut, Rabu (12/08/2026).

Penambahan perupa asal Gresik ini bersama beberapa seniman lainnya genap membuat total delegasi Indonesia bertambah dari 27 menjadi 34 seniman. Feri mengaku bangga karena bisa membawa elemen wayang dan budaya ke panggung dunia.

“Saya berharap karya ini tidak hanya mengenalkan warisan budaya Jawa, tetapi juga menunjukkan bahwa cerita tradisi kita memiliki daya gugah dan estetika yang relevan bagi masyarakat global,”ungkapnya.

Selain aktif melukis dan merancang perhiasan, Feri dikenal sebagai sosok yang terus menghidupkan ekosistem seni lokal di daerah asalnya melalui keterlibatannya dalam komunitas Gasruk dan Gresik Sketchwalk.

Sementara NSIAP yang didirikan oleh seniman sekaligus kurator Indonesia Niluh Swati bertujuan menjadi jembatan bagi para perupa tanah air untuk mengakses jejaring dan pasar seni internasional.

Selain menggelar pameran, NSIAP memberikan pendampingan profesional seperti pengurusan Certificate of Authenticity (COA) hingga administrasi pameran global.

Melalui keikutsertaan 34 seniman Indonesia di ARTe Kunstmesse Wiesbaden 2026, perwakilan Indonesia diharapkan mampu memperluas jejaring profesional, menjangkau kolektor internasional, serta membuktikan kualitas seni rupa Indonesia di kancah dunia.