Makkah, jurnal9.tv – Sebanyak hampir 400 jemaah haji lanjut usia (lansia) Indonesia mengikuti program Safari Wukuf yang disiapkan pemerintah untuk mendukung pelaksanaan ibadah puncak haji di Arafah.

Program tersebut dijalankan guna memastikan jemaah lansia tetap dapat mengikuti wukuf, yang merupakan rukun utama dalam ibadah haji.

Kepala Bidang Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Suviyanto mengatakan, jumlah jemaah yang mengikuti program Safari Wukuf tahun ini mencapai sekitar 300 hingga 400 orang.

“Total jamaah haji yang diberikan kepada kami kurang lebih 300-400 jemaah untuk Safari Wukuf,” kata Suviyanto kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelum diberangkatkan ke Arafah, para jemaah dijemput dari hotel tempat menginap oleh petugas haji di masing-masing sektor untuk kemudian dibawa menuju hotel transit, yakni Hotel Durat Al Mashaeir 2.

Di hotel transit tersebut, para jemaah menjalani masa istirahat selama dua malam sebelum diberangkatkan menuju Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 H atau Selasa, 26 Mei 2026.

Selama berada di hotel transit, jemaah mendapatkan berbagai layanan, mulai dari layanan biologis, psikologis, sosial, kesehatan hingga bimbingan ibadah.

“Nantinya para jemaah akan diberangkatkan ke Arafah menggunakan 18 bus,” ujarnya.

Setelah mengikuti Safari Wukuf, petugas haji selanjutnya akan membantu proses pelaksanaan lontar jumrah bagi para jemaah.

Menurut Suviyanto, program Safari Wukuf diperuntukkan bagi jemaah kategori lansia, lansia tanpa pendamping, serta lansia yang membutuhkan layanan tambahan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Ada lansia yang masih bisa menjalankan wukuf biasa. Namun ada juga yang kondisinya harus mengikuti Safari Wukuf,” katanya.

Ia mengungkapkan, tantangan terbesar dalam pendampingan jemaah lansia salah satunya adalah kondisi demensia yang dialami sebagian jemaah.

“Kalau jemaah sakit cukup parah, kami rujuk ke rumah sakit,” tandasnya.

M. Hariri, Media Center Haji 2026