Jeddah, jurnal9.tv – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M, jemaah haji Indonesia diingatkan agar tidak menyia-nyiakan waktu saat menjalani wukuf di Padang Arafah. Momen tersebut dinilai sebagai inti dari rangkaian ibadah haji sekaligus waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Petugas Tusi Bimbingan Ibadah Daker Bandara sekaligus dosen di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dendi Yuda Safrullah, mengimbau jemaah agar menjaga kekhusyukan selama berada di Arafah dan fokus pada amalan ibadah.

Menurutnya, kesempatan hadir di Arafah merupakan anugerah besar yang diperjuangkan melalui perjalanan panjang sejak proses manasik hingga keberangkatan ke Tanah Suci. Karena itu, waktu wukuf hendaknya diisi dengan zikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, bersalawat, serta memperbanyak doa.

Dendi juga mengingatkan agar jemaah tidak terlalu larut dalam aktivitas di luar ibadah seperti berfoto atau bermain telepon genggam yang dapat mengurangi nilai spiritual selama wukuf.

Ia menjelaskan, sebelum menuju Arafah banyak jemaah biasanya lebih dahulu melakukan istihlal atau saling bermaafan sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki puncak ibadah haji.

Saat pelaksanaan wukuf, jemaah nantinya akan mengikuti khutbah wukuf serta salat berjamaah yang digelar di tenda masing-masing maktab. Setelah itu, sisa waktu dianjurkan dimanfaatkan sepenuhnya untuk berdoa karena Arafah dikenal sebagai maqom ijabah atau tempat dikabulkannya permohonan.

Wukuf sendiri dijadwalkan berlangsung pada 9 Dzulhijjah dan menjadi rukun utama dalam ibadah haji yang menentukan sah atau tidaknya pelaksanaan haji seorang jemaah.

M. Hariri, Media Center Haji 2026