Makkah, jurnal9.tv — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terus mengoptimalkan program tanazul bagi jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan. Program ini memungkinkan jemaah dengan kondisi medis tertentu untuk dipulangkan lebih awal ke Indonesia tanpa harus menunggu jadwal kepulangan kloternya.
Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah, Syougie, mengatakan program tanazul diberikan kepada jemaah yang telah dinyatakan layak terbang berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang ketat.
“Program tanazul ini merupakan program di mana jemaah haji atas indikasi medis dipulangkan lebih awal dari kloternya atau jika jemaah yang dirawat di rumah sakit sementara kloternya sudah kembali ke Indonesia, maka akan dipulangkan melalui mekanisme tanazul,” ujarnya di Makkah, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, setiap pengajuan tanazul harus melalui serangkaian asesmen kesehatan. Tim medis akan mengevaluasi kondisi jemaah, menilai stabilitas kesehatannya, serta berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab sesuai penyakit yang diderita.
Jemaah dengan riwayat penyakit jantung, stroke, maupun penyakit lainnya akan mendapatkan pemeriksaan khusus untuk memastikan perjalanan udara tidak membahayakan kondisi kesehatannya.
“Setelah dinilai stabil, kami berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait. Dari hasil penilaian itu kemudian ditentukan apakah jemaah layak terbang atau belum sebelum dilakukan mutasi kloter untuk proses pemulangan,” jelasnya.
Hingga pertengahan Juni 2026, KKHI mencatat permohonan tanazul mencapai ratusan kasus. Namun tidak seluruh pengajuan berakhir dengan pelaksanaan tanazul karena sebagian jemaah berhasil pulih dan dapat kembali bersama kloter asalnya.
Data terakhir menunjukkan sebanyak 142 jemaah telah berhasil dipulangkan melalui program tanazul. Sementara jumlah permohonan yang masuk mencapai 334 pengajuan, belum termasuk tambahan 33 permohonan baru yang diterima pada hari berikutnya.
“Sampai kemarin malam ada 142 jemaah yang sudah ditanazulkan. Untuk permohonan tercatat 334, dan hari ini masih ada tambahan pengajuan baru,” katanya.
Pada Senin pagi, KKHI juga mengevakuasi tiga jemaah yang semula dijadwalkan berangkat melalui Bandara Jeddah. Karena keterbatasan slot penerbangan, ketiganya dialihkan melalui Bandara Madinah sebelum diberangkatkan ke Tanah Air.
Menurut dr. Syougie, seluruh jemaah yang mengikuti program tanazul tetap mendapatkan pengawasan kesehatan hingga menjelang keberangkatan. Pemeriksaan ulang dilakukan beberapa jam sebelum penerbangan guna memastikan kondisi jemaah tetap stabil.
“Untuk jemaah sakit, kami akan melakukan penilaian ulang sebelum penerbangan. Keselamatan dan keamanan selama perjalanan menjadi prioritas utama,” tegasnya.
PPIH Arab Saudi memastikan pendampingan medis terus diberikan selama proses pemulangan berlangsung. Dengan program tanazul, jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dapat kembali ke Indonesia lebih cepat dan aman tanpa harus menunggu jadwal kepulangan kloter reguler.
M. Hariri, Media Center Haji 2026




