Lamongan, jurnal9.tv – Drama terjadi di Stadion Surajaya saat Persela Lamongan menjamu Barito Putera dalam lanjutan kompetisi Championship, Sabtu (25/4/2026). Kemenangan Laskar Joko Tingkir yang sudah di depan mata buyar di menit berdarah.

​Laga berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Persela sebenarnya sempat bersorak setelah Hambali Tolib memecah kebuntuan pada menit ke-93 lewat eksekusi tendangan bebas indah yang mengoyak jala Barito.

​Namun, euforia pendukung tuan rumah tak bertahan lama. Di penghujung laga, petaka datang bagi Persela setelah wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran yang dilakukan bek Rabbani. Fabiano Rosa Beltrame yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan dingin. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai.

​Pelatih Persela, Bima Sakti, mengaku tetap bangga meski ada rasa kecewa karena gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

​”Kita bisa bermain maksimal hari ini. Dari segi skor tentu sedikit kecewa karena kita sudah unggul sampai menit akhir. Tapi saya sangat mengapresiasi kerja keras pemain dari awal sampai akhir,” ujar Bima usai laga.

​Menanggapi blunder Rabbani yang menyebabkan penalti, eks pelatih Timnas Indonesia ini enggan menyalahkan sang pemain secara individu.

​”Dalam sepak bola, kesalahan itu hal yang biasa. Saya sudah sampaikan kepada Rabbani untuk tetap semangat dan tidak larut dalam kekecewaan,” tambahnya.
​Bima juga memilih tutup mulut terkait keputusan kontroversial wasit yang memberikan penalti di detik-detik akhir. Menurutnya, biarlah publik yang menilai kinerja pengadil lapangan.

Di sisi lain, pelatih Barito Putera, Stefano Cugurra alias Teco, mengakui timnya sempat kesulitan meredam dominasi tuan rumah, terutama setelah Rizky Pora harus ditarik keluar karena cedera.

​”Kita harus tetap profesional. Kita masih punya satu pertandingan di kandang melawan Palu. Kita harus menang dan juga menunggu hasil dari tim lain,” tegas Teco.