PEMERINTAHAN

Kini Rapid Test dan PCR Bisa Dilakukan di Maspion Square

E3150047-199F-48BA-B489-3C859AA8990D
PERESMIAN-Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan lokasi tes rapid dan PCR di Maspion Square, Senin (21/10/2010).

SURABAYA, JURNAL9.tv – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan layanan rapid test dan PCR di Maspion Square, Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya, Senin (19/10/2020).

Khofifah didampingi CEO Maspion Group Alim Markus meresmikan kegiatan yang menjadi sinergi antara BP 1 Laboratorium Utama, Maspion Group serta Rumah Sakit Sheila Medika. Fasilitas tersebut menjadi upaya berbagai pihak untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur.

Menurut Khofifah, rumah sakit itu ada sebagai bentuk sinergi yang seimbang antara berbagai pihak. ”Kami berharap tercipta layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Sebab, harga rapid dan PCR cukup terjangkau. Rapid cukup Rp 90 ribu, sementara tes PCR seharga Rp 900 ribu,” tutur Khofifah.

Langkah sinergi itu diharapkan mampu membantu berbagai pihak yang pergi ke luar kota atau luar negeri. Terlebih lagi, tempatnya cukup strategis. ”Selain itu, hasil PCR cukup cepat. Mulai dari 5 jam sampai 1 hari,” ujar Khofifah, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Sheila Medika Benjamin Kristanto menegaskan, layanan akan dibuka pukul 10.00 – 17.00 WIB. Dalam sehari, pihaknya menyiapkan 100 tes. ”Kalau overload dan banyak pihak yang membutuhkan, kami akan terus buka sampai jam operasional mal berakhir. Sekitar pukul 20.00 atau 21.00,” tuturnya.

Dia berharap, dengan adanya tes rapid di mal konotasi tes rapid atau swab tidak lagi menakutkan. Sehingga, proses 3T, yaitu tracing, test, dan treatment bisa dilakukan dengan masif. ”Kami ingin orang tes rapid atau swab ini seperti medical check up biasa,” terang Benjamin.

Sementara itu, CEO Maspion Group Alim Markus mengapresiasi kerja sama Pemerintah Provinsi Jatim yang dianggap cepat menangani Covid-19. ”Bu Khofifah ini baik dan strateginya tepat. Dengan adanya layanan ini, kami berharap jumlah penderita terus menurun,” tutur Alim Markus. (pur/shk)

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top