Surabaya, jurnal9.tv – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat transformasi digital di sektor kepelabuhanan dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi Remote Pilot atau pilot drone. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung operasional pelabuhan yang lebih cerdas, aman, dan efisien menuju konsep smart port.
Pemanfaatan teknologi drone dinilai semakin penting di tengah perkembangan industri kepelabuhanan yang menuntut kecepatan, akurasi, dan keselamatan dalam berbagai aktivitas operasional. Karena itu, sejumlah staf TTL mengikuti pelatihan yang membekali peserta dengan kemampuan teknis sekaligus pemahaman mengenai aspek regulasi dan keselamatan penerbangan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari berbagai materi, mulai dari regulasi penerbangan, keselamatan operasi, manajemen risiko, perencanaan misi, hingga teknik pengambilan dan pengolahan data udara secara profesional.
Melkisedek Semuel Weni, Officer SDM dan Humas PT TERMINAL TELUK LAMONG mengatakan, program tersebut memberikan pengalaman baru yang tidak hanya meningkatkan kemampuan menerbangkan drone, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi tersebut dalam mendukung pekerjaan operasional di lingkungan pelabuhan.
“Pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kami. Tidak hanya belajar menerbangkan drone, tetapi juga memahami aspek keselamatan, regulasi penerbangan, serta bagaimana memanfaatkan teknologi drone untuk mendukung pekerjaan operasional di PT Terminal Teluk Lamong,” ujarnya.
Bagi Terminal Teluk Lamong, kompetensi pilot drone menjadi salah satu kebutuhan strategis dalam mendukung transformasi menuju pelabuhan berbasis teknologi. Drone dapat dimanfaatkan untuk melakukan inspeksi dermaga, container crane, gudang, jaringan utilitas, hingga pemetaan kawasan pelabuhan dengan proses yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Selain itu, teknologi tersebut juga berperan dalam mendukung pemantauan aktivitas bongkar muat, pengawasan keselamatan kerja, dokumentasi proyek, serta penyediaan data visual yang akurat untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
Sedangkan TAD Yard Exception Officer PT TERMINAL TELUK LAMONG, M. Ichya’ Ulumuddin, berharap kompetensi yang diperoleh dapat segera diterapkan dalam aktivitas operasional perusahaan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, kami berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja. Drone dapat membantu inspeksi aset, pemantauan area operasional, serta menghasilkan data yang lebih cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan,” katanya.
Perusahaan menilai investasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing di tengah perkembangan teknologi. Kehadiran pilot drone yang tersertifikasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko pekerjaan di area berbahaya, serta memperkuat pengawasan terhadap aset dan infrastruktur pelabuhan.
Syaiful Anam, Senior Manager PT TERMINAL TELUK LAMONG menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia sebagai penggerak utama inovasi.
“Pengembangan kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas perusahaan dalam mendukung transformasi digital. Melalui pelatihan dan sertifikasi pilot drone, kami berharap para staf memiliki kemampuan yang tidak hanya memenuhi standar kompetensi, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan melalui operasional yang lebih efektif, efisien, aman, dan berbasis teknologi,” ujar perwakilan manajemen.
Ke depan, teknologi drone direncanakan menjadi bagian dari ekosistem smart port di Terminal Teluk Lamong. Pemanfaatannya akan diintegrasikan dengan sistem digital perusahaan untuk mendukung inspeksi prediktif, pemantauan lingkungan, pengawasan keamanan, hingga proses pengambilan keputusan secara real time.
Melalui penguatan kompetensi SDM yang didukung pemanfaatan teknologi modern, PT Terminal Teluk Lamong terus mempertegas komitmennya membangun pelabuhan yang lebih cerdas, efisien, berkelanjutan, dan memiliki daya saing di tingkat global.




