Banyuwangi, jurnal9.tv – Tradisi Petik Laut Muncar kembali digelar meriah di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu (3/7/2026). Tradisi tahunan yang telah berlangsung turun-temurun itu diikuti puluhan kapal nelayan yang berlayar menuju perairan Selat Bali untuk melarung sesaji sebagai ungkapan rasa syukur.

Sejak pagi, ribuan warga memadati kawasan Pelabuhan Muncar untuk menyaksikan prosesi larung sesaji. Selain masyarakat setempat, tradisi tersebut juga menarik perhatian wisatawan yang ingin menyaksikan salah satu ritual budaya pesisir terbesar di Banyuwangi.

Puluhan kapal nelayan yang telah dihias beriringan menuju tengah laut membawa sesaji yang kemudian dilarung di perairan Selat Bali. Prosesi itu menjadi puncak rangkaian tradisi Petik Laut yang setiap tahun digelar oleh masyarakat nelayan Muncar.

Bagi para nelayan, larung sesaji merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil tangkapan yang diperoleh selama setahun terakhir. Tradisi ini juga menjadi doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, kelancaran, dan hasil laut yang melimpah saat melaut.

Suasana pelabuhan berlangsung semarak dengan antusiasme masyarakat yang memenuhi dermaga sejak pagi hari. Banyak warga mengabadikan momen iring-iringan kapal yang bergerak menuju Selat Bali sebagai bagian dari tradisi yang telah menjadi identitas masyarakat pesisir Muncar.

Petik Laut Muncar tidak hanya memiliki nilai spiritual dan budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Setiap penyelenggaraannya, tradisi ini menghadirkan ribuan pengunjung yang turut menikmati berbagai kegiatan budaya dan kuliner khas kawasan pesisir Banyuwangi.

Tradisi Petik Laut Muncar menjadi bukti kuatnya kearifan lokal masyarakat nelayan Banyuwangi dalam menjaga warisan budaya sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga di kawasan pesisir.