Madinah, jurnal9.tv – Gelombang kedatangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung di Kota Madinah sejak Rabu (22/4). Di antara ribuan jemaah yang tiba, terselip kisah penuh keteguhan dari seorang petani tuna netra asal Kulonprogo, Sarjo Utomo (71).

Meski menempuh perjalanan udara hampir 10 jam dari Bandara Yogyakarta International Airport menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Sarjo tampak tetap bugar. Ia bahkan menyapa dengan suara lantang saat tiba di penginapan di kawasan Markaziyah.

“Aamiin, sehat. Sudah makan di pesawat, lauk ikan,” tuturnya sambil tersenyum, ditemani putrinya.

Sarjo merupakan satu dari sekitar 203.000 jemaah haji reguler Indonesia tahun 2026. Namun, perjalanan hidupnya menjadikan keberangkatan ini terasa lebih istimewa. Sejak usia 37 tahun, ia kehilangan penglihatan akibat infeksi herpes yang menyerang kedua matanya secara bertahap hingga kini tidak dapat melihat sama sekali.

Meski demikian, keterbatasan tidak menghentikan langkahnya. Ia tetap bekerja sebagai buruh tani di kampung halamannya di Srikaya, Sentolo, Kulonprogo. Dari hasil kerja kerasnya, Sarjo menabung dan bahkan membeli tanah serta rumah.

Niat untuk berhaji telah ia tanam sejak lama. Pada 2012, ia mendaftar bersama sang istri. Namun takdir berkata lain, sang istri wafat pada 2024 sebelum sempat berangkat ke Tanah Suci.

Keberangkatan Sarjo akhirnya terwujud tahun ini, didampingi putrinya, Sri Murtina. Demi melunasi biaya haji, ia rela menjual tanah yang dahulu dibelinya pada 1990.

“Alhamdulillah, dari hasil itu bisa melunasi biaya haji sekaligus membantu biaya kuliah cucunya,” ujar Sri.

Sempat muncul kekhawatiran dari keluarga, mengingat kondisi fisik Sarjo yang terbatas. Ibadah haji yang dikenal sebagai ibadah fisik dinilai cukup berat bagi lansia dan penyandang disabilitas. Namun, dukungan layanan yang disiapkan petugas membuat keluarga merasa lebih tenang.

“Sekarang sudah tidak khawatir, karena banyak petugas yang membantu. Kursi roda juga disediakan,” tambahnya.

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah memang menegaskan komitmen menghadirkan layanan haji yang ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

Tahun ini, dari total kuota 221.000 jemaah haji Indonesia, sebanyak 47.384 di antaranya merupakan lansia dan 513 jemaah tercatat sebagai penyandang disabilitas.

Kisah Sarjo Utomo menjadi cermin keteguhan dan keikhlasan dalam menapaki panggilan ibadah. Di tengah keterbatasan, semangatnya menembus batas, mengantarkannya hingga ke Tanah Suci.

Di bawah cahaya Haramain, langkahnya mungkin tak lagi melihat, namun hatinya tetap menuntun menuju harapan—menyempurnakan rukun Islam kelima dengan penuh keyakinan.