Makkah, jurnal9.tv – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyiapkan sebanyak 177 hotel untuk menampung sekitar 203.320 jemaah haji reguler selama pelaksanaan ibadah haji 2026 di Makkah. Selain itu, lima hotel cadangan juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan jemaah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, memastikan seluruh akomodasi tersebut dalam kondisi siap digunakan. Hal ini disampaikan saat peninjauan bersama Tim Media Center Haji (MCH), Sabtu (25/4/2026).
“Secara umum hotel di Makkah sudah siap menerima jemaah haji Indonesia. Semua fasilitas telah disiapkan,” ujar Ihsan.
Ratusan hotel tersebut tersebar di 10 sektor yang berada di lima wilayah utama, yakni Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Salah satu hotel yang ditinjau adalah Emaar Al Diyafa Hotels yang berada di sektor 2 kawasan Syishah, sekaligus difungsikan sebagai kantor sekretariat sektor.
Hotel tersebut akan menampung sekitar 2.600 jemaah haji Indonesia. Dari hasil pengecekan, berbagai fasilitas pendukung telah tersedia untuk menunjang kenyamanan jemaah selama tinggal.
Ihsan menjelaskan, hotel-hotel tersebut dilengkapi dengan fasilitas seperti mesin cuci, area jemuran, musala, serta restoran atau tempat makan bersama. Selain itu, juga disediakan kursi roda untuk mendukung kebutuhan jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan layanan optimal bagi jemaah haji Indonesia, terutama menjelang kedatangan gelombang pertama dari Madinah ke Makkah yang dijadwalkan mulai 30 April 2026.
Dengan berbagai fasilitas yang telah disiapkan, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk selama berada di Tanah Suci.




