Bangkalan, jurnal9.tv – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui persiapan akreditasi internasional pada Program Studi Ekonomi Syariah.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat daya saing global serta memastikan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Kegiatan penguatan akreditasi internasional AACSB yang disampaikan oleh Dosen Universitas Indonesia, Tika Arundina,Ph.D dan akreditasi internasional ZEvA yang disampaikan oleh Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Neni Sri Wulandari,M.Si.
Kegiatan ini dilaksanakan baru-baru ini menitikberatkan pada penyelarasan sistem akademik dengan standar internasional, khususnya yang mengacu pada lembaga akreditasi global seperti ZEvA dan kerangka European Higher Education Area (EHEA).
Pendekatan yang digunakan tidak hanya berbasis kepatuhan administratif, tetapi juga menekankan pada kematangan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan (continuous improvement).
Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman,mengungkapkan dalam keterangannya menyampaikan bahwa akreditasi internasional merupakan langkah penting untuk meningkatkan reputasi institusi sekaligus memperluas jejaring global.
“Akreditasi internasional bukan sekadar pengakuan, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan bahwa proses pendidikan di UTM memenuhi standar global dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UTM, Farid Ardyansyah,SE,MM menegaskan bahwa berbagai aspek telah dipersiapkan secara sistematis, meliputi penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education), peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan sistem penjaminan mutu berbasis data.
Dalam prosesnya, Fkis UTM juga mengadopsi praktik terbaik dari pengalaman akreditasi internasional seperti Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) dan ZEvA, yang menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Persiapan ini mencakup beberapa langkah utama, antara lain: Penyusunan self-report institusi sesuai standar internasional, Penguatan sistem penjaminan mutu internal berbasis siklus PDCA, Peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), Pengembangan kerja sama internasional dengan berbagai mitra akademik dan industri.
Melalui langkah ini, Fkis UTM menargetkan tidak hanya memperoleh pengakuan internasional, tetapi juga menghasilkan lulusan ekonomi syariah yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global. Sebagai salah satu fakultas perguruan tinggi negeri yang terus berkembang, Fkis UTM optimistis bahwa upaya ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah di tingkat internasional.




